KUPANGArahntt.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Wakil Gubernur Jhoni Asadoma memberikan klarifikasi tegas terkait kebijakan pembatasan kendaraan pickup yang sebelumnya menuai penolakan dan aksi protes dari para sopir.
Dalam pernyataannya, Jhoni Asadoma menegaskan bahwa tidak pernah ada larangan bagi kendaraan pickup dari luar kota untuk masuk ke Kota Kupang.
Kebijakan yang dikeluarkan melalui Surat Edaran Gubernur tertanggal 5 Juni 2025 hanya mengatur pembatasan jumlah penumpang maksimal lima orang dalam kendaraan pickup yang mengangkut barang.
“Tidak ada larangan, hanya pembatasan jumlah penumpang. Pickup tetap boleh masuk Kota Kupang. Kalau ada yang mengatakan pemerintah melarang, itu informasi yang salah dan menyesatkan,” tegas Jhoni saat memberikan keterangan resmi, Senin (14/7/2025).
Menurut Jhoni, kebijakan ini dibuat demi keselamatan, ketertiban, dan keadilan, terutama antara sopir pickup dan sopir angkutan kota yang kerap kehilangan penumpang akibat persaingan tidak sehat.
“Kami sudah cek langsung di lapangan, banyak sopir angkot mengeluh karena kehilangan penumpang.
Mereka sudah bayar izin, pajak, dan taat aturan, tapi tidak mendapat penumpang karena penumpang lebih memilih pickup yang bukan peruntukannya,” ujarnya.
Selain mempertimbangkan aspek ekonomi, kebijakan ini juga ditujukan untuk menjaga keselamatan penumpang. Kendaraan pickup yang kelebihan muatan barang dan orang sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Kami tidak ingin sopir pickup maupun penumpangnya celaka. Kalau barang penuh dan penumpang banyak, itu sangat berbahaya. Ini bukan soal melarang cari nafkah, tapi soal keamanan bersama,” kata Jhoni.
Ia juga mengimbau agar para sopir tidak terprovokasi oleh informasi keliru dan melihat kebijakan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap semua pihak.
“Pemerintah tidak ingin menyengsarakan siapa pun. Kami ingin semua sopir – baik pickup maupun angkot – tetap bisa bekerja dan punya penghasilan. Jangan sampai terjadi bentrok hanya karena informasi yang salah,” tegasnya.
Wakil Gubernur mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana tertib, aman, dan saling menghormati. Pemerintah, lanjutnya, tetap terbuka terhadap masukan yang membangun demi perbaikan bersama(tim)






