Berita  

Wagub NTT  Johni Asadoma Minta  UPTD  Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor  Tingkatkan  PAD

Kalabahi,Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya, Rabu (3/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub meminta pengelolaan potensi kelautan Alor terus dioptimalkan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat upaya pemberantasan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
Setibanya di Kabupaten Alor, Johni Asadoma didampingi Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) NTT John Ataupah, Sekretaris Bakeuda NTT Arifin, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Alor Sution Ambao.
Rombongan disambut Kepala UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya, Augustinus Frumentius HB, beserta jajaran.
Dalam pemaparannya, pihak UPTD menjelaskan bahwa kawasan konservasi perairan Alor yang memiliki luas 277.072,61 hektare berhasil mencatat berbagai capaian positif.
Salah satunya adalah nilai Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) sebesar 94,21 persen

dengan status emas, meningkat dari 88,12 persen pada tahun 2023. Capaian tersebut menempatkan kawasan konservasi Alor sebagai peringkat pertama nasional dalam pengelolaan kawasan konservasi laut.
Selain keberhasilan menjaga kawasan konservasi, sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah. Pada tahun 2025,

READ:  Bank NTT Dukung Penenun Belu, Dekranasda Apresiasi dan Siapkan Kolaborasi Baru

target PAD sebesar Rp2,75 miliar berhasil terlampaui dengan realisasi mencapai Rp3,39 miliar. Sementara pada tahun 2026, target PAD ditingkatkan menjadi Rp6,5 miliar. Hingga 31 Mei 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp1,21 miliar atau 18,62 persen dari target tahunan.

Penerimaan tersebut berasal dari sektor perikanan tangkap dan budidaya, retribusi hasil produksi usaha daerah, serta retribusi pelayanan wisata bahari yang terus menunjukkan tren peningkatan.
Wagub Johni Asadoma mengapresiasi capaian yang telah diraih UPTD dan optimistis target PAD tahun ini dapat dicapai. Menurutnya, potensi kelautan Alor sangat besar dan harus dikelola secara profesional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran UPTD. Dengan berbagai capaian yang telah diraih, saya optimistis target PAD yang telah ditetapkan dapat dicapai bahkan ditingkatkan pada masa mendatang,” ujar Johni.

READ:  Boentuka TTS Dukung Full  untuk Melki- johni  Yel -Yel 02 Bungkus

Ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kelautan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, praktik penangkapan ikan menggunakan bom yang masih ditemukan di sejumlah wilayah perairan Alor harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Bom ikan adalah bencana bagi laut Alor. Dampaknya sangat merusak terumbu karang, mengancam keberlangsungan biota laut dan merugikan generasi mendatang. Kita harus melakukan langkah-langkah pencegahan secara serius melalui sosialisasi, edukasi dan penegakan hukum,” tegasnya.
Johni meminta agar dalam beberapa minggu ke depan dilakukan kegiatan penyuluhan khusus di wilayah yang masih rawan praktik bom ikan, termasuk di Pulau Buaya.

Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha perikanan, serta masyarakat setempat guna meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem laut.

Selain itu, Wagub juga menyoroti peluang ekonomi yang muncul dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Alor.
Hingga Mei 2026, jumlah wisatawan yang melakukan aktivitas snorkeling dan diving di kawasan konservasi Alor mencapai 955 orang, terdiri dari 122 wisatawan domestik dan 833 wisatawan mancanegara.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisata tersebut harus diikuti dengan pengembangan pusat kuliner, produk UMKM, kerajinan tangan, serta fasilitas wisata yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal.

READ:  BRI Peduli Salurkan Beasiswa Pendidikan bagi 59 Mahasiswa UNIKA Weetebula

Kunjungan kerja tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan dukungan anggaran operasional pengawasan kawasan konservasi, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan koordinasi lintas sektor, pengembangan kampung nelayan, optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta
peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya laut.
Dengan potensi sumber daya laut yang melimpah dan pengelolaan yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi NTT berharap Alor dapat menjadi model pengelolaan kawasan konservasi laut yang berhasil menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *