Berita  

Filimon Nuga Bantah Keras Rumor Penggelapan Uang  UKT

Kupang,Arahntt.com -Ketua Komisi Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) NTT, Filmon Nuga membantah keras rumor yang beredar terkait dugaan penggelapan uang UKT di tubuh organisasi tersebut.

Filmon menegaskan bahwa penggunaan dana telah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang ada.

​Filmon mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sejumlah uang dari surplus tersebut memang ditransfer ke rekening lain yang bukan merupakan pengurus TI NTT.

Namun, ia menekankan bahwa tindakan tersebut dilakukan atas instruksi langsung dari pimpinan.

​”Ada sejumlah uang yang ditransfer ke rekening lain yang bukan pengurus Taekwondo NTT atas perintah Ketua, yaitu Pak Sisco Bessi (Fransisco Bernando Bessi),” ujar Filmon kepada wartawan di Kupang, Senin (20/4/2026).

​Kuasa Hukum Filmon Nuga, Ferdy Maktaen, turut memberikan klarifikasi guna meredam isu negatif yang menyudutkan kliennya.

READ:  Tatap Muka Dengan  Siswa SMA Kristen Siloam Ba’a Wagub NTT " Hindari Telepon Seluler  Utamakan Belajar

Ferdy membantah kabar yang menyebutkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

​Ia menegaskan bahwa dana tersebut dipastikan bukan untuk kepentingan pribadi kliennya, melainkan diteruskan ke pihak lain sesuai perintah Ketua Pengprov TI NTT, Fransisko Bernando Besi.

Ia mengatakan, saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti valid untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. ​

​Senada dengan Ferdy, Adrianus Gabriel yang juga merupakan kuasa hukum dari Filmon Nuga dan Mochtar Djati, menegaskan bahwa tuduhan yang selama ini beredar adalah keliru.

​”Saya tegaskan, apa yang dituduhkan terhadap klien saya itu tidak benar. Kami sedang mendalami ini semua,” tegas Adrianus.

Terpisah, Ketua Pengrov TI NTT, Fransisco Bernando Besi membatah tuduhan tersebut.

READ:  Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil  Jelang HBKN, Wagub Jhoni Asadoma Sidak Ke pasar

Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyatakan dirinya siap melakukan serangan balik dengan data yang dimilikinya.

“Sudahlah, saya tidak mau bikin ribut. Mereka hanyalah pion. Ingat, akan ada serangan balik dan kejutan,” tegasnya dilansir Lensantt.

Sisco juga memastikan bahwa persoalan keuangan di masa kepemimpinannya telah diselesaikan.

“Soal keuangan sudah selesai. Kalau pun ada yang tertunggak di masa kepemimpinan saya, semuanya sudah saya selesaikan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selama menjabat, dirinya telah membentuk rekening resmi organisasi guna memastikan transparansi pengelolaan keuangan yang dapat diakses oleh seluruh pengurus.

Terkait laporan yang dilayangkan Filmon Nuga, Sisco menilai hal tersebut tidak tepat karena hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai jumlah nominal dana yang dipersoalkan.

READ:  Ketum Korpri Ajak 4,4 Juta Anggota Korpri Jadi Orangtua Asuh Bayi Stunting di Indonesia

“Tuduhannya penggelapan uang, tapi jumlah uangnya tidak diketahui,” tegasnya.

Meski demikian, ia menilai pelaporan ke pihak kepolisian merupakan hak setiap warga negara dan tidak dapat dibatasi.

Secara organisasi, lanjutnya, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) telah mengatur bahwa jika terjadi perbedaan penafsiran, maka dapat dibentuk tim ad hoc untuk menyelesaikan persoalan.

Sisco menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi berbagai tekanan.

“Saya tidak akan pernah gentar. Sudah berulang kali saya dihantam, tapi saya tetap memenangkan pertarungan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar Erwin Nuga, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Pengprov TI NTT, dihadirkan untuk memberikan klarifikasi terkait pengelolaan keuangan.

“Saya pernah meminta Erwin Nuga sebagai sekretaris untuk melaporkan keuangan, tapi tidak dipenuhi,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *