Berita  

Pastikan Bantuan Menjangkau ke Warga Terdamak Gubernur Antar Langsung ke Tiga Titik di Riung

Flores,Arahntt.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena menggerakkan penguatan penanganan dampak gempa bumi di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, distribusi bantuan berjalan baik, serta pendataan kerusakan segera dilakukan sebagai dasar penanganan lanjutan.

Langkah tersebut dilakukan Gubernur Melki saat mengunjungi sejumlah titik terdampak gempa di Riung, Sabtu (22/8/2026), dalam rangka berkantor di Flores sekaligus memastikan langsung kondisi masyarakat dan penanganan bencana di wilayah yang terdampak.

Di sejumlah titik, Gubernur membawa bantuan berupa beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya, serta bantal dan selimut untuk masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Dari Desa Ta’do hingga Bekek dan Lengkosambi Barat, Gubernur melihat langsung kondisi warga serta berdialog dengan masyarakat dan pemerintah desa mengenai kebutuhan yang masih harus ditangani.

Di Desa Ta’do, masyarakat masih diarahkan untuk tetap tinggal di pengungsian sebelum kondisi dinyatakan aman untuk kembali ke rumah.

Sementara di Bekek, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup besar, Gubernur mengunjungi posko pengungsian yang didirikan pihak kepolisian di halaman Gereja St. Petrus dan Paulus.

Di Lengkosambi Barat, Gubernur menerima laporan bahwa sebagian masyarakat memilih mengungsi ke wilayah pegunungan. Kondisi di wilayah tersebut juga sempat diperberat oleh terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi.

READ:  Si  Cerdas Veronika Keren Balol    Simbol Lahirnya Harapan Baru SMA Negeri 3 Kalabahi

Gubernur mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan perhatian dan koordinasi terhadap Riung sempat menghadapi kendala pada fase awal penanganan bencana.

“Perhatian terhadap Riung sempat terputus karena sejak awal listrik dan sinyal juga putus. Tetapi kita sekarang berada dalam tahap tanggap darurat dan kita akan usahakan dengan berbagai cara agar kebutuhan masyarakat bisa kita penuhi,” kata Gubernur Melki.

Dalam dialog dengan masyarakat, kebutuhan makanan dan minuman disebut relatif mencukupi. Namun, warga menyampaikan masih menghadapi persoalan tempat tidur dan kebutuhan istirahat pada malam hari, serta keterbatasan layanan pengobatan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa memastikan bantuan yang masuk dapat didistribusikan secara baik dan tepat kepada masyarakat terdampak.

“Pemerintah kabupaten sampai desa harus memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik, sehingga masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapat bantuan,” tegasnya.

*Mulai Pendataan Kerusakan*

Selain memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat, Gubernur Melki meminta proses pendataan kerusakan mulai dilakukan sejak sekarang.

Menurutnya, data kerusakan memang masih bersifat dinamis karena aktivitas gempa masih berlangsung. Namun, pendataan tetap harus dimulai agar pemerintah memiliki gambaran awal mengenai kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

READ:  Bank NTT dan Pemprov Jalani Kerjasama Aplikasi Pajak Retribusi Online

“Mulai sekarang harus didata, meskipun datanya masih akan dinamis karena masih ada gempa. Rumah masyarakat harus didata, termasuk sarana dan prasarana publik lainnya seperti kantor, Pustu, jembatan dan fasilitas umum lainnya,” jelasnya.

Gubernur menjelaskan, setelah masa tanggap darurat berakhir, penanganan akan memasuki tahap perbaikan dan pemulihan.

Untuk rumah masyarakat, pemerintah menyiapkan skema bantuan berdasarkan tingkat kerusakan, yakni sekitar Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk kerusakan berat.

“Setelah masa tanggap darurat, kita akan masuk ke tahap perbaikan. Karena itu pendataan harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, pekerjaan besar pemerintah tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kehidupan masyarakat serta fasilitas publik yang terdampak.

*Pemerintah Hadir Sejak Hari Pertama*

Kepala Desa yang ditemui Gubernur menyampaikan apresiasi atas penanganan bencana yang dilakukan pemerintah, baik pemerintah desa, kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.

“Kami mengapresiasi penanganan dari pemerintah, baik dari desa, kabupaten, provinsi maupun pusat. Kami sudah disentuh oleh pemerintah. Walaupun karena pemerintah juga melayani banyak wilayah, mungkin masih ada kekurangan,” ungkapnya.

READ:  PT SIM Menang Gugatan Perdata Terhadap Pemprov NTT dan PT Flobamor

Gubernur Melki menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT sejak awal terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat dalam penanganan bencana di Flores. Menurut Gubernur, komitmen pemerintah provinsi adalah memastikan dukungan pemerintah pusat dapat diteruskan secara penuh kepada daerah dan masyarakat yang terdampak.

“Dengan komitmen kita bersama, saya pastikan tugas saya adalah memastikan seluruh dukungan dari pusat bisa penuh sampai ke daerah,” tegasnya.

Gubernur mengatakan, masyarakat NTT memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi bencana.

“Kita yakin kita tangguh,” ujarnya.

Kunjungan ke Riung menjadi bagian dari rangkaian kerja Gubernur Melkiades Laka Lena berkantor di Flores, dengan fokus memastikan pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat koordinasi penanganan dari tingkat provinsi, kabupaten hingga desa.

Dalam setiap titik kunjungan, Gubernur tidak hanya melihat kondisi masyarakat, tetapi juga membawa bantuan kebutuhan dasar untuk membantu warga melewati masa tanggap darurat.

Penanganan tersebut selanjutnya akan diarahkan pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan pendataan kerusakan sebagai fondasi untuk memastikan proses pemulihan dilakukan secara terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *