KUPANG Arahntt.com— Upaya penguatan kemandirian ekonomi keluarga di kawasan perdesaan terus diwujudkan secara nyata oleh kalangan akademisi.
Melalui pendanaan hibah Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 dari BIMA Kemendikbudristek, untuk itu tim dosen Politeknik Negeri Kupang melaksanakan program pemberdayaan yang menyasar kelompok industri rumah tangga perempuan, khususnya mitra sasaran UMKM Oliftataf, di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin langsung oleh Irience R. A. Manongga, SE., M.M sebagai Ketua Pelaksana, didampingi oleh tim dosen yang beranggotakan Klaasvakumok J. Kamuri, S.Kom., M.Ikom dan Andrias Umbu Tuku Anabuni, SE., MM, serta melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Kupang. Keterlibatan mahasiswa dalam program ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran langsung di tengah masyarakat yang berkontribusi nyata pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama keterlibatan dosen di luar kampus serta penerapan keilmuan secara langsung untuk menyelesaikan persoalan riil mitra di lapangan (IKU 5).
Ketua Tim Pelaksana, Irience R. A. Manongga, SE., M.M, menjelaskan bahwa intervensi difokuskan pada pembenahan tata kelola usaha serta penerapan model pemasaran terpadu (hybrid marketing). “Permasalahan mendasar yang dihadapi mitra UMKM Oliftataf di Desa Oeltua bukan terletak pada ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah, melainkan pada tata kelola usaha yang masih personal tanpa pembagian fungsi kerja yang tegas, serta belum terintegrasinya saluran pemasaran luring dan daring secara sistematis. Melalui program PKM ini, kami memfasilitasi Mini Marketing Hub Desa sebagai sentra pajang fisik kolektif sekaligus mengoptimalkan Website UMKM yang dikelola mandiri oleh kader pemasaran perempuan agar usaha memiliki daya tahan dan keberlanjutan jangka panjang,” jelasnya.
Melalui pendampingan ini, mitra UMKM Oliftataf memperoleh manfaat nyata dalam meningkatkan nilai tambah produk olahan andalannya, yakni keripik singkong dan keripik pisang. Kedua komoditas gurih dan renyah khas desa tersebut kini dikemas secara lebih higienis, menarik, dan modern untuk diposisikan sebagai produk unggulan berdaya saing tinggi.
Tidak hanya pembenahan produk, mitra juga dibekali pelatihan pembagian kerja berbasis tim, pencatatan keuangan sederhana, penyiapan kader pemasar lokal, hingga pemanfaatan rak display ergonomis dan katalog digital terpadu guna memperluas jangkauan pasar serta mendongkrak pendapatan rumah tangga secara berkelanjutan.
Kepala Desa Oeltua, Elia Olla, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas komitmen tim dosen Politeknik Negeri Kupang dalam memajukan potensi desa.
“Pemerintah Desa Oeltua sangat menyambut baik dan berterima kasih atas pelaksanaan program PKM BIMA 2026 ini.
Menurutnya” Program ini memberikan dampak yang sangat terasa bagi ibu-ibu di UMKM Oliftataf, di mana keripik singkong dan keripik pisang buatan warga kini tampil jauh lebih memikat sebagai produk unggulan desa.
Hadirnya sarana Mini Marketing Hub dan website pemasaran ini menjadi angin segar bagi ekonomi lokal, dan kami berharap produk olahan asli Oeltua semakin diminati dan dikenal luas oleh masyarakat luas,” pungkas Elia Olla(tim)






