Berita  

Stok Beras SPHP dan Elpiji 12 Kg Kosong Wagub NTT, Johni Asadoma Sidak Ke Hypermart dan MTM

Kupang Arahntt.com- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di hypermart, Bundaran PU dan MTM Jalan Frans Lebu Raya, Jumat (10/4/2026).

Pemantauan tersebut guna memastikan dampak gejolak ekonomi global terhadap ketersediaan dan harga pangan di daerah.

Dalam keterangannya, Johni menyebutkan secara umum harga sembako di NTT masih relatif stabil, meski terdapat kenaikan pada minyak goreng.

“Kita cek langsung di beberapa supermarket untuk melihat kenaikan harga sembako akibat dampak ekonomi global. Sementara ini masih stabil, meskipun ada kenaikan sedikit,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng, dengan lonjakan harga sekitar Rp4.000 per liter. Selain itu, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilaporkan masih kosong karena belum ada pasokan baru dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa.

“Minyak goreng ada kenaikan sekitar Rp4.000 per liter. Kemudian beras SPHP masih kosong, belum ada dropping dari Jawa,” jelasnya.

READ:  Kuasa Hukum Ajukan Pertanyaan di Luar Dakwaan Saat Sidang Mokris Lay , Korban Tegas Tolak Jawab di Luar Substansi

Sementara itu, harga ayam potong terpantau masih stabil dan berada pada kisaran normal. Secara keseluruhan, kenaikan harga dinilai belum signifikan dan diharapkan dapat kembali turun seiring membaiknya pasokan.

“Kenaikan ini karena kelangkaan. Kalau suplai dari produsen sudah kembali normal, harga pasti akan turun,” tambahnya.

Produk Lokal Baru 20 Persen

Wagub Johni juga menyoroti tingginya ketergantungan NTT terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan pangan di NTT masih didatangkan dari luar, sementara produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan.

“Daging, telur, sayur-mayur, hingga beras masih banyak didatangkan dari luar. Ini yang membuat kita rentan terhadap kenaikan harga,” ungkapnya.

Karena itu, Wagub menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah guna mengurangi ketergantungan tersebut. Menurutnya, peningkatan produksi lokal akan berdampak pada stabilitas harga karena mengurangi biaya distribusi serta hambatan pasokan dari luar daerah.

READ:  Wujud Toleransi yang Indah Saat  Moment Idulfitry GAMKI Alor Ikut Pengamanan Salat

“Kalau kita punya produksi sendiri yang kuat, kita tidak tergantung pada pasokan luar. Produk lokal pasti lebih murah karena tidak ada biaya transportasi dan selalu tersedia,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung bahwa konflik global seperti perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah turut memengaruhi distribusi dan harga pangan. Oleh karena itu, kemandirian pangan menjadi kunci agar daerah tidak terdampak signifikan oleh situasi eksternal.

“Kalau kita bisa menekan ketergantungan dari 80 persen menjadi 20 persen, dan sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari dalam daerah, maka kondisi ekonomi kita akan jauh lebih kuat,” ujarnya.

Stok Habis, Harga Elpiji 12 Kg Naik hingga Rp380.000

Sementara itu, di MTM Mart, ditemukan persediaan gas elpiji 12 kg di lokasi tersebut telah habis dan belum tersedia kembali di toko.

Dari informasi yang diperoleh dari petugas di toko tersebut, , dalam kurun waktu sekitar dua minggu terakhir terjadi kenaikan harga gas elpiji 12 kg di pasaran, yakni berkisar antara Rp350.000 hingga Rp380.000 per tabung.

READ:  Wakil Gubernur NTT  Berkunjung Ke SMK Negeri 3 Kalabahi  7 miliyar mendarat  Mulus di  SMA/SMK Sekabupaten Alor

Namun, MTM Mart tetap mempertahankan harga jual sebesar Rp285.000 per tabung 12 kg sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga gas, salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab kenaikan dan kelangkaan gas elpiji 12 kg adalah meningkatnya permintaan pemasokan kebutuhan operasional .Makanan Bergizi Gratis (MBG(.

Kondisi ini berdampak pada berkurangnya pasokan yang seharusnya dialokasikan bagi konsumen rumah tangga.

Sehubungan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur menghimbau penggunaan operasional MBG menggunakan gas elpiji ukuran 50 kg untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan gas elpiji 12 kg bagi masyarakat, khususnya konsumen rumah tangga(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *