KUPANG Arahntt.com- Warga Kelurahan Solor, Kota Kupang, menggelar Festival Seni Budaya selama tiga hari Rabu-Jumat, 22-24 Juli 2026, di Lapangan Ivos, Kelurahan Solor, dengan tarian Dolo-Dolo sebagai penampilan utama.
Penampilan tarian Dolo-Dolo di festival ini bukan hanya menjadi hiburan masyarakat umum, namun menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
Ketua Panitia Ibnu Sanda, mengatakan tarian Dolo-Dolo dari Suku Lamaholot meliputi Flores Timur, Lembata dan Alor. “Kita melestarikan budaya agar generasi tahu warisan budaya dari leluhur,” jelasnya.
Festival ini diharapkan terus berlangsung setiap tahun agar budaya ini lestarikan oleh generasi mendatang.
Selain tarian Dolo-Dolo, juga ada atraksi Silat Kampung yang dihadirkan oleh para orang tua terdahulu di Kelurahan Solor ini. Kemudian ada penampilan musik tradisional gambus dan lainnya.
“Melalui kegiatan ini anak-anak bisa mengetahui dan belajar serta melestarikan kearifan lokal tarian kita,”ungkapnya.
Pantauan media, wisatawan mancanegara asal Portugal yang ikut meramaikan festival seni budaya di kelurahan yang lebih dikenal dengan nama Kampung Solor. Sekira belasan warga Portugal itu menampilkan tarian Corridinho yang langsung memukau para tamu undangan warga yang hadir.
Suasana semakin meriah ketika warga Portugal itu ikut dalam Tarian Dolo-Dolo bersama warga yang memenuhi lapangan Ivos tersebut.
Festival seni di Kelurahan Solor menjadi cerminan betapa harmonis warga Kota Kupang hidup dalam keberagaman.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Igansius Lega yang mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengatakan sebuah kota tidak hanya dibangun dengan beton, aspal dan gedung yang megah, tapi juga dibangun oleh nilai-nilai budaya dan oleh karakter masyarakatnya.
“Kota Kupang adalah rumah bersama, kita berbeda latar belakang tapi miliki tujuan yang sama yaitu menjaga kerukunan dan membangun kota ini dengan semangat persaudaraan,” jelasnya.
Menurutnya, ketika tarian Dolo-Dolo ditampilkan yang dirayakan bukan sekadar pertunjukan seni, tapi yang dirayakan adalah identitas, sejarah dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para leluhur.”Pemerintah Kota Kupang terus memberikan dukungan untuk berkarya dan berkreasi,” pungkasnya.






