KupangArahntt.com-– Sebanyak 525 ekor babi diberangkatkan dari Kupang menuju Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan KMP Ile Labalekan, Sabtu (12/9/2026).
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan, ternak tersebut terdiri dari 13 truk dan empat kendaraan pikap. Jumlah itu bertambah dari 450 ekor setelah 75 ekor lainnya mendapat surat karantina yang selesai pada Sabtu pagi.
“Ini adalah upaya dan fasilitasi dari Wagub NTT, dengan mengadakan rakor dengan instansi terkait di Kupang dan juga komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Darat,” kata Johni.
Persoalan pengiriman ternak babi ini sebelumnya mencuat dalam rapat paripurna DPRD NTT. Saat itu, anggota DPRD NTT Yunus Takandewa meminta Pemprov NTT memfasilitasi pengiriman babi dari Kupang ke Waingapu karena para peternak sudah terkatung-katung di Kupang selama sekitar dua bulan.
Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti Johni dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait di Kupang serta berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Hasil koordinasi tersebut akhirnya membuka jalan bagi pengiriman ternak. Sebanyak 450 ekor babi yang sebelumnya tertahan, ditambah 75 ekor lainnya, dapat diberangkatkan menuju Waingapu pada Sabtu.
Kondisi ternak yang tertahan selama dua
bulan dinilai merugikan peternak karena mereka harus menanggung biaya pemeliharaan lebih lama.
Pengiriman ini diharapkan membantu para peternak yang selama dua bulan menunggu kepastian pengangkutan ternak mereka dari Kupang menuju(tim)






