Diperlakukan Tidak Adil oleh Dinas Kesehatan  Alor Sejumlah Nakes Mengadu Ke Angota Komis 1 DPRD

Kalabahi Arahntt.com  sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang  ada  di lingkup Pemerintahan Kabupaten Alor mengadukan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor  ke  Anggota DPRD Fraksi Gerindra Yohanis Atamai juga Anggota  Komisi I DPRD Kabupaten Alor.

Ratusan Nakes mengeluh gaji di bayar tidak tepat waktu atau tiga bulan sekali  terima gaji itu pun sudah di potong dan tanpa alasan atau penjelasan dari pihak dinas kesehatan. ratusan Nakes ini bukan dari pegawai kontrak, tapi juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita ini bertugas di Dinkes kabupaten Alor dan juga tersebar pada 26 puskesmas yang ada di kota ini,” jelas mereka

Para Nakes yang  namanya tidak diwartakan itu mengaku, keterlambatan pembayaran gaji sudah berulang kali. Anehnya, Kadis Kesehatan
dr. Farida Aryani pun ikut diam soal masalah ini.

READ:  Iskandar Lakamau"Pemuda Gereja Harus Bertumbuh Dalam Iman dan Tingkatkan  Ketrampilan Kepemimpinan

Selain upah, lanjut mereka, ada juga pemotongan gaji yang dilakukan secara sepihak, baik terhadap para nakes maupun pegawai Dinkes lainnya, yang diduga melakukan kesalahan atau tidak masuk kerja.

“Ada juga pemotongan terhadap gaji kita. Alasan pemotongan, karena tidak masuk (kerja), ijin, sakit, dan lain-lain. Kita sudah laporkan kepada ibu kadis, tapi seakan-akan beliau (kadis) lepas tangan dan tidak mau peduli dengan keresahan yang dirasakan ratusan nakes tersebut,” kesal Nakes

Dikatakan, banyak yang mengeluh soal hak-hak mereka yang belum juga dibayarkan oleh dinas. Bahkan saat dikonfirmasi, justru saling melempar tanggung jawab.

READ:  Dua Babak Kemenangan Pemerintah Kabupaten  Alor Di Panggung Spiritual

“Kami hampir 200 lebih orang banyak yang saduh punya rumah tangga, anak-anak kami sakit dan mengharapkan upah dibayar, tapi justru ditahan tanpa alasan, dari dinas sendiri, tidak pernah membahas persoalan ini. Padahal kami tuntut hak, sementara kadis  dr. Farida Aryani jalan tanpa beban ” harap mereka

Anggota DPRD Komisi 1 Fraksi Gerindra turut prihatin atas pengeluan ratus nakes perbuatan seperti ini tidak adil dan diduga ada indikasi di internal dinkes. Lanjut atamai menyampaikan
kalaupun ada persoalan yang terjadi tentang kehadiran dan lain hal di lakukan oleh nakes tentunya ada keterbukaan antara kadis dan para nakes sehingga keputusan yang di ambil juga atas kesepakatan bersama tanpa mengecewakan satu pihak.,

READ:  Johni Asadoma Hadiri Syukuran  Anggota DPRD  Terpilih   kabupaten   Kupang Absalom Buy

“Tadi pengakuan beberapa tenaga kontrak itu kurang lebih ada 200 orang, jadi kalau 200 tenga kontrak itu gaji mereka dipotong Rp.200.00 bahkan Rp.400.00, itu sangat miris sekali dan  saya sudah dapat bukti rekening saat gaji masuk dari beberapa nakes ternyata benar ada yang terima RP 150 000 juga ada

Saya minta  Bupati Alor segerah mengfasilitasi persoalan ini dengan Dines  Kesehatan agar hak-hak  para tenaga kontrak segerah di selesaikan”Uangkapnya
.

“menurutnya  ada indikasi  hal hal yang tidak di iginkan untuk itu para aparat penegak Hukum seperti  Kejaksaan  dan  Inspektorat segera  pangil dan diperiksa”Ungkapnya

pemberian gaji tanpa kwitansi inikan pasti ada manipulasi, ini pengaduan, masalah daerah yang perlu ditindaklanjuti serius(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *