KUPANG,arahntt.com – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT, patut diberikan apresiasi karena memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mampu merubah ekonomi dalam rumah tangga bahkan usaha yang digeluti berkembang pesan karena adanya dukungan Bank NTT lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT.
Berikut Sejumlah Debitur KUR Bank NTT Yang sukses di Dunia UMKM Berdasarkan Data Yang Diperoleh Media Okenusra.com. 1. Ibu Maria Ibu Maria merupakan salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang tenun ikat. Dimana, UMKM tenun ikat yang dibangun oleh Maria di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebelumnya hanya memiliki dua (2) alat tenun ikat. Namun, ketika Bank NTT membuka Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Tahun 2026 ini,
Maria mengajukan KUR Mikro. Dimana, dana tersebut digunakan untuk membeli sejumlah perlengkapan untuk kebutuhan tenun ikat. Dan, kini alat tenun ikat milik Maria yang sebelumnya dua bertambah tiga sehingga total menjadi lima alat tenun ikat.
, Maria salah satu pelaku UMKM yang melakukan kredit KUR di Bank NTT mengalami kenaikan omset yang signifikan. Dimana, awalnya omset dari Maria sebelumnya hanya Rp 3 juta (tiga juta rupiah) setiap bulannya kini menjadi Rp 8 juta (delapan juta rupiah) untuk setiap bulannya.
Saat ini, produk UMKM milik Maria di Kabupaten TTS dijual atau masuk pasaran yang dijual di sejumlah toko di Kota Kupang dan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. 2. Yohanis Yohanis merupakan pelaku usaha UMKM di bidang peternak dan penjual Kopi di daerah Bajawa, Kabupaten Nagekeo.
Yohanis memiliki kebun kopi namun dirinya mengalami kesulitan karena modal untuk membeli pupuk dan alat sangrai.
Pada Bulan Juni 2026, Yohanis mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT senilai Rp 50 juta melalui Bank NTT Cabang Bajawa. Hasil KUR Bank NTT digunakan Yohanis untuk membeli pupuk, mesin sangrai dan kemasan untuk usaha kopinya. Kini, UMKM milik Yohanis di bidang Kopi, memiliki merk “Kopi Bajawa Asli” yang dijual secara online melalui market place.
Bahkan, UMKM milik Yohanis menerima pembayaran melalui QRIS Bank NTT. Melalui QRIS Bank NTT memudahkan pembeli dalam transaksi tanpa menggunakan uang cash.
3. Kelompok Nelayan “Laut Biru” Rote Ndao Kelompok Nelayan “Laut Biru” Rote Ndao, berjumlah 15 orang berhasil mengembangkan usaha dan sukses karena KUR Bank NTT. Dimana, kelompok Nelayan “Laut Biru” Rote Ndao, mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 100 juta Tahun 2026. Dimana, kredit usaha rakyat Bank NTT senilai Rp 100 juta digunakan untuk membeli jarong, mesin kapal dan cold storage kecil. Dampak dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT, hasil tangkapan kelompok Nelayan “Laut Biru” Rote Ndao meningkat drastis dan hasil tangkapannya tidak mengalami kerusakan karena telah memiliki cold storage kecil yang dibeli dari hasil KUR Bank NTT.
Bahkan, kelompok Nelayan “Laut Biru” Rote Ndao mendapatkan pelatihan pembukuan dari Bank NTT agar usaha kelompok Nelayan “Laut Biru” Rote berjalan rapi dan baik.
4. Leni Leni merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dimana, Leni merupakan PMI Purna asal NTT yang baru sjaa pulang dari Malaysia. Lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT, khusus PMI Tahun 2026,
Leni mendapatkan plafon kredit sebesar Rp 50 juta. Dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT senilai Rp 50 juta, Leni kini telah berhasil membuka usaha kuliner dengan nama “Rasa Timor” di Kota Kupang. Dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT senilai Rp 50 juta tersebut, Leni menyewa sebuah ruko,
peralatan dapur, dan menjadikan modal awal membuka usaha kuliner di Kota Kupang. Dimana, target dari Leni PMI Purna asal NTT ini menargetkan enam (6) bulan BEP yang menjadi bagian dari KUR Bank NTT senilai Rp 50 juta. Untuk diketahui, target Bank NTT 2026 yakni 3.450 debitur baru dengan total KUR sebesar Rp350 miliar. Sehingga, masih banyak peluang buat UMKM lain di NTT buat ikut.
Dengan kembalinya KUR di Bank NTT 2026 bukan sekadar angka Rp350 miliar. Namun, dibalik itu membuat Maria yang memiliki tenun ikat semakin maju. Serta, Yohanis pelaku UMKM akhirnya membuat kopinya mendunia, kelompok Nelayan “Laut Biru” Rote Ndao, yang hasil tangkapnya meningkat nggak. Sehingga, Bank NTT hadir sebagai mitra, bukan hanya pemberi pinjaman. Dengan modal, akses, dan pendampingan, UMKM NTT punya jalan untuk naik kelas dan menguatkan ekonomi daera(tim)






