KUPANG.Arahntt.com– Komitmen Bank NTT dalam mendukung pembangunan daerah terus diperkuat melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) di berbagai sektor strategis.
Direktur Umum dan SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa CSR merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan atas kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah yang menjadi sumber utama pertumbuhan laba.
“Perusahaan boleh mencari laba, tetapi tidak boleh lupa asal laba itu. Laba Bank NTT lahir dari kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pemegang saham,” ujarnya kepada media , Senin (6/4/2026).
Menurut Rahmat, besaran dan distribusi dana CSR disesuaikan dengan kontribusi pemegang saham di masing-masing daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, CSR tidak sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari upaya membangun nilai kemanusiaan, pendidikan, serta moralitas dalam kehidupan masyarakat.
Hal ini dinilai penting karena pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada kekuatan etika, moral, dan spiritualitas.
Dalam konteks tersebut, lembaga pendidikan seperti seminari dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT atas rekomendasi dalam penyaluran bantuan CSR, sehingga program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan pembinaan karakter di daerah.
Di sisi lain, Bank NTT terus melakukan transformasi internal secara menyeluruh, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas, hingga penguatan sistem teknologi digital.
“Penyaluran CSR ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Bank NTT Peduli,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2025, Bank NTT tercatat telah menyalurkan dana CSR sebesar kurang lebih Rp7 miliar ke berbagai sektor, meliputi pendidikan, UMKM, sosial keagamaan, lingkungan, serta pembangunan fasilitas publik di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur(tim)






