Berita  

Adrian Lopo” Ajak Para Pegawai ikut   Kelas Ekstensi di AKUB Effata Kupang

Kupang,Arahntt.com-Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Effata Kupang terus melakukan pembenahan mutu akademik demi mencetak lulusan yang siap kerja dan berdampak langsung di dunia industri.

“Salah satu langkah strategis yang sedang digarap serius adalah kesiapan implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) serta optimalisasi kelas reguler dan ekstensi menjelang tahun ajaran baru,” kata Direktur AKUB Effata Kupang Adriana Lopo, S.E.,M.M, Senin (13/7).

Dia menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru tahun akademik ini telah dibuka sejak Februari 2026 dan akan ditutup pada 25 Agustus 2026.
Menurutnya, pembatasan kuota reguler tersebut demi pelayanan maksimal untuk menjaga kualitas pengajaran.

“Kuota penerimaan kami per semester dibatasi sebanyak 50 mahasiswa. Hal ini dikarenakan kapasitas ruangan yang terbatas, sekaligus agar dosen dapat menjangkau mahasiswa dengan baik sehingga pelayanan akademik jauh lebih maksimal,” ujar Adriana.

READ:  Gubernur NTT Melki Laka Lena Launching MeJa RAKYAT

Dia mengatakan, di luar target 50 mahasiswa reguler tersebut, AKUK juga membuka Kelas Ekstensi yakni kelas malam dan online, yang banyak diminati oleh para pegawai perbankan dan instansi daerah, seperti dari Bank Indonesia (BI), BNI, Bank NTT, hingga BPK.

“Kelas ekstensi ini menjadi ruang problem solving. Para pegawai yang berkuliah bisa membawa studi kasus atau masalah yang mereka hadapi di kantor untuk diselesaikan bersama dosen dan praktisi di kelas,” tegasnya.

Menjawab regulasi pusat di mana perguruan tinggi wajib menerapkan Kurikulum OBE paling lambat Maret 2027, Adriana menegaskan, AKUB Effata Kupang bergerak cepat dengan target merilis kurikulum baru ini sebelum September 2026.

READ:  Melki Laka Lena  Adalah Sosok Yang  Tepat Untuk Membawa Perubahan Di NTT

Dikatakan, dalam penyusunan kurikulum tersebut, AKUB Effata Kupang melibatkan berbagai lini strategis dari dunia industri dan pengawasan keuangan, mulai dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Dana, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kolaborasi ini melahirkan skema pengajaran yang kuat, di mana 50% dosen berasal dari internal AKUB Effata Kupang, dan 50% merupakan praktisi mengajar dosen Dunia Usaha Dunia Industri,” jelas dia.
Hal ini dilakukan agar hasil akhir pembelajaran langsung berdampak nyata pada keahlian mahasiswa.
Sebagai contoh konkrit, sebut dia, pada mata kuliah Auditing, mahasiswa ditargetkan langsung mampu menjadi pemeriksa laporan keuangan setelah lulus guna melegalkan keahlian tersebut
Selain itu,

READ:  Bank NTT Kembali Salurkan CSR untuk Pemda  Kabupaten Alor

AKUB Effata Kupang saat ini juga sedang mengurus perizinan ke Kementerian untuk mendirikan unit khusus di dalam kampus yang berhak mengeluarkan sertifikat kompetensi yang sah bagi mahasiswa.

Adriana juga mengajak seluruh masyarakat yang sudah kerja namun masih menggunakan ijazah SMA untuk bergabung bersama UKAB Effata Kupang, untuk mengembangkan kemampuan khususnya di bidang perbankan dan keuangan
“Saya mengharapkan agar seluruh elemen terkait bisa membuka diri dan terus berkolaborasi dengan UKAB Effata Kupang, untuk mengembangkan skil dari bidang pembukuan, pemasaran, dan penyusunan laporan keuangan, hingga evaluasi perkembangan usaha untuk generasi muda kita,” imbuh dia(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *