Bahaya Seks Bebas di Tengah Lonjakan HIV/AIDS di NTT “Jhoni Asadoma Minta Masyarakat Kendalikan Diri

Kupang,Arahntt.com-Mantan Kapolda NTT ini meminta masyarakat, khususnya generasi muda untuk mengendalikan diri dan memahami perilaku seksual yang sehat sebagai langkah utama mencegah penularan HIV/AIDS Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,

Johni Asadoma mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bahaya seks bebas di tengah lonjakan kasus HIV/AIDS di wilayah Provinsi NTT.

Merujuk data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, hingga bulan Agustus 2025, kasus HIV/AIDS di NTT tercatat mencapai 9.212 kasus

READ:  Bank NTT Luncurkan KKPD: Babak Baru Transparansi Keuangan Daerah Pemkab Lembata

“Kami minta masyarakat bisa mengendalikan diri dan tahu bagaimana seks yang sehat, agar tidak terjebak dalam prilaku seks bebas,” ujar Johni, Jumat 19 Desember 2025

Menurut Johni Asadoma, Pemerintah Provinsi NTT sudah menyiapkan sejumlah program dan strategi untuk menekan laju penularan HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur

Upaya tersebut, kata dia, mencakup edukasi, pencegahan, serta penguatan peran keluarga dan juga masyarakat.

READ:  Prabowo Hanya Undang Melki-Johni Hadiri Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

“Kami sudah siapkan program atau strategi pencegahan penularan HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur. Tetapi ini harus didukung oleh kesadaran masyarakat,” jelasnya.
Dia menyebut penularan HIV/AIDS tidak hanya terjadi pada kelompok tertentu, tetapi juga menyasar istri dan ibu hamil. Banyak kasus terjadi akibat perilaku berisiko yang dilakukan oleh pasangan
Banyak istri dan ibu hamil ikut terinfeksi karena perilaku suami. Ini alarm bahwa dampaknya sangat luas, bukan hanya pada pelaku, tapi juga keluarga,” ungkapnya

READ:  Potret Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma Perahi Medali SEA Gemes Xll Tahun 1983 di Singapura

Dia berharap masyarakat semakin terbuka terhadap edukasi kesehatan reproduksi dan menjadikan pengendalian diri serta kesehatan dalam keluarga sebagai bagian dari pencegahan HIV/AIDS.
“Kalau ini tidak kita kendalikan bersama, maka angka HIV/AIDS akan terus meningkat dan merusak masa depan generasi kita,” pungkasnya(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *