Sorong,Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhoni Asadoma, tampil membawa pesan tegas saat menghadiri Natal Nasional Partai Gerindra di Aimas Convention Hall, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu malam (17/1/2026).
Acara nasional yang sarat pesan kebangsaan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina Gerakan Kristen Indonesia Raya (GKIR) Hasyim Djoyohadikusumo, Menteri HAM Natalius Pigai, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu beserta istri, serta para kepala daerah se-Papua Barat Daya, mulai dari Bupati Sorong, Wali Kota Sorong, Bupati Sorong Selatan, hingga Bupati Maybrat.
Perayaan Natal berlangsung khidmat dengan puji-pujian, tarian rohani, dan khotbah Natal yang disampaikan Pastor John Bunay, PR, yang menekankan pesan persaudaraan, keadilan, dan tanggung jawab sosial.
Tak berhenti di acara Natal, Jhoni Asadoma langsung melanjutkan agenda politik-sosialnya dengan menghadiri pelantikan Angkatan Muda Adonara Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
Di hadapan generasi muda Adonara dan warga NTT di tanah rantau, Jhoni menyampaikan pesan keras namun menyejukkan.
Ia meminta agar seluruh warga NTT menjadikan Ikatan Keluarga Flobamora sebagai rumah besar bersama, bukan sekadar organisasi simbolik.
“Warga NTT di mana pun berada harus beradab, saling menopang, dan menjaga nama baik daerah. Kita harus hadir membawa manfaat, bekerja dengan baik, agar dicintai oleh masyarakat Papua dan memberi dampak positif bagi NTT,” tegas Jhoni.
Ia menekankan bahwa perilaku warga di perantauan akan menjadi cermin daerah asal, sehingga setiap tindakan harus mencerminkan nilai-nilai persaudaraan dan tanggung jawab sosial.
Sebelum rangkaian acara tersebut, Wagub NTT juga menggelar pertemuan dan diskusi tertutup dengan para tokoh masyarakat NTT di Sorong, membahas peran diaspora Flobamora dalam menjaga persatuan serta kontribusi nyata bagi daerah tempat mereka bermukim.
Selama berada di Sorong, Jhoni Asadoma didampingi Sekretaris Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya, Veky Boling, putra NTT yang kini mengabdi di Papua Barat Daya.
Kehadiran Wagub NTT di Sorong dinilai bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan membawa pesan moral dan politik kebangsaan, bahwa warga NTT di perantauan harus tampil sebagai kekuatan pemersatu, bukan sumber persoalan(tim)
.






