AlorArahntt.com-– Kunjungan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, ke Desa Treweng (Tereweng), Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat.
Pasalnya, sejak Indonesia merdeka, baru kali ini pejabat tingkat provinsi menginjakkan kaki di pulau terpencil tersebut dan bertemu langsung dengan warga.
Kedatangan Wagub disambut hangat oleh masyarakat meski berlangsung pada malam hari. Dalam sambutannya, Johni mengaku terkesan dengan antusiasme warga dan berjanji akan kembali lagi untuk menikmati keindahan Pulau Treweng saat siang hari.
“Kalau tadi kita tiba masih terang, pasti pemandangannya sangat indah. Saya akan datang lagi,” ujarnya.
Dalam dialog bersama masyarakat, Johni sempat menanyakan apakah sebelumnya pernah ada gubernur atau wakil gubernur yang datang ke Treweng.
Warga pun menjawab belum pernah, yang langsung disambut senyum Wagub.
“Saya datang karena saya orang Alor. Saya ingin melihat langsung masyarakat saya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
Dari hasil dialog, terungkap dua persoalan utama warga, yakni krisis air bersih dan keterbatasan listrik.
Selama ini, masyarakat hanya mengandalkan air hujan yang ditampung dalam fiber, yang tidak mampu memenuhi kebutuhan sepanjang tahun.
Upaya pengeboran sumur pun belum membuahkan hasil maksimal karena keterbatasan teknologi dan dana.
Menanggapi hal tersebut, Wagub berjanji akan menghadirkan tim teknis untuk melakukan survei dan pengeboran dengan teknologi yang lebih modern.
“Kita akan upayakan pengecekan dengan teknologi agar bisa menemukan sumber air. Mohon doa masyarakat supaya berhasil,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menghadirkan pembangkit listrik di Pulau Treweng, baik melalui PLTD maupun alternatif lainnya.
Tak hanya itu, akses internet juga menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam arus informasi dan pembangunan.
Di bidang pendidikan, Johni mengapresiasi keberadaan fasilitas sekolah mulai dari PAUD hingga SMA di desa tersebut. Ia pun mengingatkan para orang tua agar memastikan anak-anak tetap bersekolah.
“Pendidikan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita agar menjadi generasi yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.
Usai kegiatan dialog, Wagub menyerahkan bantuan sosial sebanyak 270 paket kepada masyarakat Desa Treweng.
Sementara itu, Kepala Desa Treweng, Djamaluddin Lema, mengaku bangga dan terharu atas kunjungan tersebut.
“Sejarah baru bagi kami. Baru kali ini pejabat provinsi datang langsung ke desa kami,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dapat secara bertahap menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait air bersih dan listrik yang hingga kini masih menjadi persoalan utama.
Desa Treweng diketahui memiliki sekitar 270 kepala keluarga dengan jumlah penduduk lebih dari 900 jiwa.
Di akhir kegiatan, pemerintah desa juga menyerahkan proposal kepada Wagub NTT terkait kebutuhan listrik serta pembangunan SMA Negeri di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kunjungan itu Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo bersama sejumlah pejabat daerah lainnya






