Berita  

Produk OSOP SMKN Bukapiting di Borong Gubernur NTT,  Bukti Dukungan Nyata untuk Karya Siswa

Kupang, arahntt.com,- Dukungan terhadap pengembangan produk hasil karya siswa kembali ditunjukkan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melalui aksi nyata dengan memborong produk OSOP (One School One Product) dari SMK Negeri Bukapiting.

Hal itu dilakukan Melki ketika melakukan kunjungan ke stand-stand SMA/SMK dalam Gebyar SMK dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di alun-alun I.H Doko, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sabtu, 02/05/2026.

Adapun produk OSOP yang dibeli Melki adalah Abon ikan tuna, madu, amplang Ikan, amplang ayam serta produk makanan lokal yang sudah diolah menjadi makanan jadi.

Hal itu sejalan dengan slogan Beli NTT yang selalu digaungkan oleh Melki-Johnu  dalam berbagai kesempatan. Bahkan untuk mensukseskan gerakan Beli NTT, Melki mendorong masyarakat dan ASN untuk membeli produk produk UMKM, Produk One School One Product serta produk-produk UMKM.

READ:  Wagub Jhoni Asadoma Minta Semua OPD Rutin Update  Data Setiap Bulan ke Kominfo

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat Melki serius mendorong sekolah vokasi agar tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan siap bersaing di pasar.

Kepala SMK Negeri Bukapiting, Simon Laumakiling berterimakasih kepada Melki yang berkunjung dan membeli produk OSOP SMK Negeri Bukapiting. Bagi Simon itu adalah penghargaan atas karya-karya siswa.SMK Negeri Bukapiting kata Simon

READ:  Paket SOLID Kantongi Rekomendasi NasDem

berbagai produk telah dikembangkan, di antaranya abon ikan tuna “Baulei”, madu, roti abon, hingga olahan lainnya. Khusus untuk abon ikan tuna Baulei, produk tersebut telah memiliki kelengkapan dokumen seperti sertifikat halal, uji BPOM serta analisis kandungan gizi.
” Yang pertama kita harapkan adalah dukungan pemerintah untuk melihat langsung produk-produk siswa. Kami juga berharap ada bantuan dalam pengurusan perizinan seperti sertifikat halal dan pendaftaran merek,” kata Simon.

Menurut Simon saat ini banyak produk yang dihasilkan oleh siswa namun belum semuanya bisa dipasarkan karena terkendala legalitas.

” Untuk abon ikan tuna Baulei, semua dokumen sudah lengkap, sehingga siap masuk pasar,” jelas Simon.

READ:  Wakil Gubernur NTT Minta  UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Alor, Tingkatkana Pelayanan dan  Optimalisasi PAD

Sementara itu beberapa produk lain seperti amplang ikan, amplang ayam, kerupuk, serta olahan jagung dan pulut masih dalam proses pengurusan perizinan.
Simon menegaskan kualitas produk harus sejalan dengan kelengkapan dokumen agar bisa diterima di pasar.
” Kalau mau masuk pasar, kualitas dan perizinan harus lengkap. Kalau tidak, pasti ditolak,” kata Simon.

Ia berharap dukungan pemerintah agar fasilitasi perizinan dan pembinaa sehingga produk-produk hasil karya siswa benar-benar mampu bersaing dan menjadi kebanggaan daerah.
” Ini semua hasil kerja peserta didik. Tinggal didorong agar bisa berkembang dan dikenal lebih luas,” kata Simon(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *