Tatap Muka Dengan  Siswa Madrasah Aliya Negeri Alor  Wagub NTT”Disiplin Dan Kerja Keras Menentukan Masa Depan

Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis Asadoma, bersama Rombogan  mengunjungi Madrasah Aliya  Negeri Alor  di sela rangkaian kunjungan kerjanya ke Kabupaten Alor pada rabu  (11/02/2026.

Di hadapan ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri Alor  Johni memberikan sejumlah pesan motivasi kepada para siswa.

Wakil Gubernur NTT didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Alor  Rocky Winaryo dan  Rombongan diterima oleh  Kepala Sekolah para para guru  dan siswa

Dalam kesempatan tatap muka dengan para siswa, Johni menekankan pentingnya mengisi pengetahuan dengan hal-hal yang baik.

“Jika waktu diisi dengan hal-hal yang tidak berguna, maka pengetahuan itu akan dangkal,” ujarnya.

Menurutnya, para siswa sekarang sudah sangat bergantung pada gawai. Ketergantungan tersebut mengganggu aktivitas mereka di rumah dan di sekolah.
“Akhirnya otaknya tidak bisa bekerja maksimal. Ungkapnya

Wakil Gubernur NTT juga menyinggung fenomena _doomscrolling_, kebiasaan menghabiskan banyak waktu untuk mengakses konten-konten internet yang menyebabkan perasaan-perasaan negatif.

READ:  500 Kepala  Sekolah SMA - SMK akan  Lantik Rolling Jabatan   Sebelum Lebaran

“Ini berpengaruh terhadap kehidupan. Bagi anak sekolah berpengaruh terhadap pendidikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Johni juga menegaskan tentang pentingnya membaca dalam masa pendidikan.
“Kalau baca malas, berarti tidak punya pengetahuan. Kalau tidak punya pengetahuan, maka tidak punya masa depan. Ini, anak-anak semua harus ingat,” tegasnya.

Mantan Kapolda NTT itu juga mengingatkan bahwa masa depan para siswa ditentukan di masa bersekolah.
“Cuma orang yang punya banyak ilmu pengetahuan yang bisa meraih sukses di masa depan,” tegasnya.

Johni kemudian mengisahkan jalan hidupnya sebagai motivasi bagi para siswa. Saat SMA, ia sudah dipercaya mengikuti berbagai kompetisi tinju, dari tingkat regional sampai internasional.

“Saat SMA saya berlatih tinju dengan tekun. Teman-teman saya di sasana tinju di Kupang punya jadwal latihan seminggu tiga kali. Saya berlatih satu hari lima kali. Pagi bangun tidur saya sudah berlatih. Pulang sekolah, saya berlatih. Sore, saya berlatih. Malam mau tidur, saya berlatih. Sebelum mandi, saya berlatih,” ujarnya.

READ:  Ditugaskan Prabowo dan Airlangga Jadi Cagub NTT Laka Lena Pamitan Dengan Warga Solor

Latihan keras tersebut membuahkan hasil berbagai medali kejuaraan, mulai dari tingkat regional Nusa Tenggara, sampai ke kejuaraan nasional di Semarang dan Denpasar. Berkat prestasi-prestasi tersebut, ia dipanggil untuk berlatih di pelatnas. Ia pun kemudian dipilih sebagai salah satu anggota tinju tim Indonesia yang berlaga di Sea Games 1983 di Singapura. Di kejuaraan tersebut, Johni membawa pulang medali emas kelas layang. Prestasi tersebut kemudian membuatnya mewakili Indonesia berlaga di Olimpiade Los Angeles 1984, salah satu prestasi tertinggi bagi para atlet sedunia.

“Itu prestasi olahraga yang paling tinggi. Setelah itu, saya berhenti dan saya mendaftar di Akademi Kepolisian. Jadi polisi. Saya lulus mungkin ada juga pengaruh prestasi, tetapi karena nilai saya juga tinggi,” ujarnya memotivasi para siswa.

“Ke mana pun juga, saya bawa buku, dan saya selalu belajar. Saya bawa alkitab, dan saya selalu baca. Itulah yang membuat saya sukses di dunia olahraga. Terjun sebagai polisi. Bertugas di mana-mana. Di berbagai daerah di Indonesia. Dan lebih dari 40 negara di dunia sudah saya kunjungi,” sambungnya.

READ:  Makan Siang Gratis Bergizi, Melki; Peluang Besar Tingkatkan Pendapatan UMKM di Kota Kupang

Johni mengingatkan, tantangan hidup bukanlah alasan untuk bermimpi jika dibarengi dengan usaha.

“Walaupun kita ini dari keluarga sederhana, tapi kita mempunyai peluang, kesempatan, untuk maju, untuk bisa berprestasi dan untuk menjadi orang sukses di masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menekankan pada para siswa tentang pentingnya disiplin, memiliki visi masa depan, rajin berdoa, belajar keras, membantu orang tua, bersikap baik dengan semua orang, dan menghormati para guru.

Wakil Gubernur NTT juga memberikan apresiasi kepada sejumlah siswa yang berprestasi, yang mengajukan pertanyaan, juga yang sanggup menjawab pertanyaannya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *