Potret Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma Perahi Medali SEA Gemes Xll Bersama Dua Sahabat Lama

Kupang ,Arahntt.com- Foto lawas tahun 1983 memperlihatkan tiga petinju Indonesia, Wahab Bahari (kiri) , Fransisco Lisboa (tengah), dan Johni Asadoma (kanan)berpose dengan balutan busana kontingen SEA Games XII di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 24 Mei 1983.
Ketiganya menjadi bagian dari skuad tinju Indonesia yang tampil pada SEA Games XII, yang berlangsung 28 Mei-6 Juni1983

Potret tersebut kini menjadi bagian penting dari sejarah kejayaan tinju Indonesia di ajang Asia Tenggara.
Ketiganya merupakan bagian dari skuad tinju nasional yang tampil dalam SEA Games XII pada 28 Mei-6 Juni 1983.

READ:  Direstui oleh Prabowo Subianto, Warga Malaka Bertekad Menangkan Melki-Johni

Pada ajang itu, ketiga petinju ini tampil gemilang dan masing-masing berhasil membawa pulang medali untuk Merah Putih.
Johni Asadoma menjadi bintang setelah meraih medali emas kelas 48 kg, mengalahkan petinju Thailand, Mayedoror Wansuradej, di partai final.
Sementara itu, Wahab Bahari menyumbangkan medali perak di kelas 45 kg setelah dikalahkan petinju Filipina, Nelson Jamili.
Adapun Fransisco Lisboa memperoleh medali perunggu kelas 67 kg usai terhenti di semifinal oleh Samruay Mongsong dari Thailand.

READ:  Degar Asprirasi Masyarakat ,Johni Asadoma Blusukan ke kelompok Tani

Selain ketiga nama tersebut, sejumlah petinju Indonesia lain juga berhasil mencatatkan prestasi di ring. Jonas Giay (kelas 75 kg), Lodwyk Akwan (kelas +81 kg), dan Johni Asadoma turut mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia.
Petinju lain seperti Mika Tobing, Adi Swandana, Wahab Bahari, dan lainnya menyumbangkan perak maupun perunggu sehingga memperkokoh posisi Indonesia di klasemen akhir.

READ:  Ahli Hukum Beberkan Tiga Alasan Kasus Ade Kuswandi Harus Dihentikan

Keberhasilan para petinju ini ikut mengantarkan Indonesia meraih gelar juara umum SEA Games XII 1983, dengan torehan total 64 emas, 67 perak, dan 54 perunggu.
Ajang tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah olahraga nasional, sekaligus menegaskan kejayaan tinju Indonesia di era 1980-an. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *