Berita  

Ketua TIDAR NTT Dean Asadoma Antar Langsung Bantuan Gempa di Pelosok Flores

Flores,Arahntt.com – Benyamin Deaniel Asadoma, anak Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, juga  Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) NTT  menelusuri sejumlah pelosok Pulau Flores untuk mengantar bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi M 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Bencana tersebut mengakibatkan warga mengungsi ke posko darurat untuk menyelamatkan diri.

“Saya turun dan menyusuri setiap lokasi yang sulit dijangkau untuk antar bantuan kemanusiaan,” ujar Dean sapaan akrabnya saat ditemui di Kabupaten Nagekeo, NTT, Minggu (23/8/2026).

Dean menuturkan setelah kejadian tersebut dirinya langsung mengecek jumlah jiwa yang terdampak serta wilayah yang terdampak parah. Hal itu bertujuan agar distribusi bantuannya tepat sasaran.

ia kemudian mulai mengirim bantuan ke setiap pelosok yang sama sekali belum tersentuh. Lokasi pertama yang dikirim adalah Pulau Palue, Kabupaten Sikka pada Minggu (16/8/2026). Lojasi tersebut juga mengalami dampak paling parah.

READ:  Mahasiswa Berprestasi Undana Dapat Beasiswa CSR dari Bank NTT

Selanjutnya distribusi bantuan dilanjutkan ke pelosok Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan Ende. Bantuan itu menggunakan Yayasan D’Asadoma yang terdiri dari sembako, selimut, pakaian, dan sebagainya.

Di tengah, distribusi bantuan, Dean juga kerap mendata jumlah pengungsi beserta kebutuhan mendasarnya untuk diserahkan ke BNPB sehinga bantuan selanjutnya tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.

Selain itu, Dean dan timnya kerap mengalami banyak kendala saat proses distribusi bantuan. Salah satunya adalah medan yang sulit, jalan rusak, dan tertimbun longsor akibat gempa.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk bisa melewatinya, meski tantangan medan yang ekstrem seperti di Kelurahan Pota dan sejumlah wilayah di pesisir Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur.

“Ada beberapa jalur yang sulit dilalui kendaraan. Ada jalan yang tertimbun batu besar, ditambah gempa susulan yang terus terjadi dan mengakibatkan jalan yang awalnya hanya sedikit tertimbun, kembali tertimbun material longsor susulan,” tutur Dean.

READ:  Malaka Bergelora Menangkan Melki-Johni dan SBS-HMS di Pilkada 2024

Selain infrastruktur jalan, kendala lainnya adalah sulitnya jaringan telekominuasi selelur sehingga komunikasi lanjutan dan pelaporan data pengungsi ke pemerintah terhambat dan distribusi bantuan tidak merata.

“Hal itu yang membuat saya masuk keluar kampung untuk kasih bantuan. Saat itu juga kami bangun komunikasi dengan warga terkait lokasi mana saja yang belum tersentuh bantuan sehingga kami langsung terjun untuk bawa bantuan,” terang Dean.

Meski demikian, ia tak mau membandingkan diri dengan anak pejabat pada umumnya. Pada prinsipnya ia mengaku tindakan yang dilakukannya semata-mata untuk kemanusian. Sebab, hal itu merupakan ajaran ayahnya untuk tetap berbagi dan berbaur dengan masyarakat saat susah maupun senang.

READ:  Siap Eksekusi Program Makan Bergizi Prabowo-Gibran, Melki-Johni akan Berdayakan Anak Muda dan Ibu-ibu

Ia juga sering memberikan bantuan amal di gereja, masjid, dan sekolah di Pulau Timor, Sumba, Rote Ndao, Sabu Raijua, Flores hingga pulau kecil lainya. Hal ini ia tekuni sejak masih duduk di bangku SD.

“Memang saya lahir dan besar di Jakarta, tetapi setiap kali liburan, bapak selalu bawa kami pulang ke Kupang. Jadi sejak saya masih SD itu sudah diajarkan untuk terus berbagi dengan masyarakat,” beber Dean.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, mengakui banyak sumbangan kepada masyarakatnya yang datang silih berganti dari swasta, yayasan hingga luar negeri.

“Kami sangat terbantu dengan apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman dari berbagai swasta, yayasan hingga luar negeri. Sejak awal kami sangat terbantu,” pungkas Gonzalo(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *