Berita  

Kejungi Diaspora  di Bali Wagub Jhoni Asadoma Tekankan Keharmonisan dan Kurang Konflik

Bali,Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menemukan fakta bahwa masih ada anak-anak asal NTT yang tidak bersekolah selama bertahun-tahun saat mengunjungi masyarakat NTT yang tinggal di bedeng (hunian pekerja) di Bali, Rabu (18/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kehadiran pemerintah sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat NTT yang bekerja di perantauan.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Bedeng Belakang Infinity, Jimbaran, yang dihuni sekitar 60 orang. Dalam pertemuan itu terungkap bahwa sebagian warga telah tinggal selama 3-4 tahun.
Bahkan, terdapat anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah namun belum mendapatkan pendidikan dalam waktu lama. Mayoritas masyarakat di lokasi ini bekerja sebagai tukang.

Wagub menegaskan pentingnya pendidikan bagi anak-anak sebagai bekal masa depan. Ia juga menyoroti perlunya fasilitas pendukung, termasuk tempat ibadah.

READ:  Bank NTT Sponsor Utama Balap Sepeda  Tour De En TeTe 2025

Pelayanan keagamaan yang dipimpin Pendeta Ibrahim bersama para koordinator dinilai membantu menjaga keharmonisan serta mengurangi potensi konflik sosial di lingkungan tersebut.
Selain itu, Wagub menyampaikan bahwa tenaga kerja asal NTT memiliki keterampilan yang baik. Ia mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan diri dan membuka peluang kembali bekerja di daerah asal, seperti di tambak garam di Rote Ndao maupun tambak udang di Sumba Timur, sehingga peluang kerja dapat lebih banyak diisi oleh putra daerah.
Dalam dialog bersama tokoh masyarakat, termasuk Efraim, terungkap bahwa sebagian anak-anak NTT di wilayah Kuta turut bekerja. Sementara itu, mahasiswa asal Sumba yang menempuh pendidikan di Malang memanfaatkan masa libur untuk bekerja di Bali.
Dalam arahannya, Wagub menekankan pentingnya ketekunan dalam bekerja karena akan membuahkan hasil yang baik. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam pekerjaan yang ditekuni.

READ:  Johni Asadoma Hadiri Syukuran  Anggota DPRD  Terpilih   kabupaten   Rote Ndao  Firlot Pelokilla

Selain itu, masyarakat diminta untuk membiasakan menabung, mengelola keuangan dengan baik, serta memiliki rekening bank sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

Wagub juga menegaskan agar masyarakat NTT di Bali menghormati adat istiadat setempat, menjaga keamanan, menjauhi minuman keras, serta hidup rukun sesuai nilai-nilai agama.

Menjelang perayaan Nyepi, masyarakat diharapkan dapat menghormati dan menaati aturan adat yang berlaku demi menjaga situasi tetap kondusif serta mempertahankan kondisi sosial yang aman.
Ia kembali menegaskan kepada para orang tua agar wajib menyekolahkan anak-anak mereka, mengingat pendidikan sangat penting untuk masa depan generasi muda.

READ:  Kolaborasi Bank NTT dan Pemda Ngada Dorong Digitalisasi Retribusi Pasar untuk Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Bedeng Mumbul yang dihuni sekitar 50 pekerja di kawasan Pecatu, serta sektor informal seperti laundry dan tempat pembuangan akhir (TPA).

Di lokasi ini, Wagub kembali menemukan adanya anak-anak yang putus sekolah akibat perpindahan tempat tinggal.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub kembali mengingatkan pentingnya pendidikan serta memotivasi masyarakat agar tetap tekun, rajin bekerja, dan terus berkembang dalam pekerjaan yang dijalani.
Turut dalam kunjungan ini antara lain Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Kepala BKD Kanisius Mau, Kadis Kominfo Adi Mandala, Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT Agustinus Sigasare, Kepala Badan Penghubung Florida Setyawati, serta Kabag Rumah Tangga Pius Saju. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *