Berita  

Dongkrak Mutu Pendidikan NTT, Dinas P-K Akan Uji Kompetensi Guru Terkait Soal HOTS

Kalabahi,Arahntt.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah tegas untuk memperbaiki wajah pendidikan di wilayah tersebut.

Salah satu strategi utama yang akan ditempuh adalah melakukan tes kemampuan akademik bagi para guru, khususnya terkait penguasaan soal-soal Higher Order Thinking Skills (HOTS).

​Langkah ini diambil menyusul keprihatinan atas rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa NTT di tingkat nasional. Pada tahun sebelumnya, posisi NTT berada di tiga terbawah secara nasional.

​”Kita tidak boleh kalah dan tidak boleh bungkam dengan standar nasional. Tahun kemarin kita berada di tiga terbawah. Jika kita tidak segera berbenah, kita akan semakin terjerembap di urutan bawah,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo saar pertemuan bersama para kepala sekolah dan guru di Alor, Jumat 8 April 2026.

READ:  Ratusan Petani Titip Masalah Pertanian ke Melki-Johni  Saat Kampanye Perdana

​Menurutnya, kualitas hasil belajar siswa sangat bergantung pada kompetensi pengajarnya. Ia menyoroti fenomena di mana siswa kesulitan mengerjakan soal berstandar nasional, namun guru tidak mampu memberikan penjelasan atau jalan keluar yang memadai.

​”Jangan sampai ketika murid mengalami kesulitan soal HOTS, gurunya tidak bisa menjelaskan. Karena itu, kami berencana melakukan tes untuk guru-guru terlebih dahulu. Kita ingin memetakan guru-guru yang mampu, untuk kemudian menjadi mentor bagi rekan-rekan guru di sekitarnya,” jelasnya.

READ:  Sukses Turnamen  Ora Et Labora  I   Winston  Rondo:GAMKI Alor  Harus Jadi Terang  Bagi Masyarakat Alor

​Ia juga mengingatkan para guru untuk tidak bergantung pada teknologi instan seperti ChatGPT dalam proses belajar mengajar. Penguatan kapasitas melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta Komunitas Belajar (Kombel) harus dimaksimalkan dan tidak sekadar menjadi formalitas administratif.

​”Guru harus lebih banyak belajar daripada siswa. Jika siswa membaca tiga kali sehari, guru harus membaca lima kali. Kita harus jujur pada diri sendiri untuk terus meng-upgrade pengetahuan,” tambahnya.

​Meski hasil TKA siswa masih memerlukan evaluasi besar, terdapat kabar menggembirakan dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Tercatat ada kenaikan signifikan jumlah siswa NTT yang lulus ke perguruan tinggi negeri, dari 1.500 anak pada tahun lalu menjadi 3.007 anak pada tahun ini, termasuk keberhasilan menembus universitas ternama seperti UI dan UGM.

READ:  Sekertaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan  Hilarius Dasilva Buka Pameran Produk Murid SMA Negeri 3 kupang

​Peningkatan prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh elemen pendidikan di NTT. Seluruh sekolah diwajibkan untuk mengikuti TKA tahun ini sebagai tolak ukur standar nasional.

​Selain fokus pada akademik, Dinas P-K juga mendorong penguatan ekonomi kreatif di sekolah melalui program “NTT Mart by Dekranasda” yang telah dimulai di SMK Negeri 2 Kupang dan diharapkan dapat merambah ke kabupaten lain seperti Alor untuk memasarkan produk-produk lokal karya siswa(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *