Berita  

Bahas Transformasi Ritual Tradisional di Era Modern Museum NTT Gelar  Lomba Karya Ilmia Antar Mahasiswa

Kupang Arahntt.com– UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat perguruan tinggi se-Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 17–18 September 2025, di Aula UPTD Museum NTT.

Lomba tersebut mengangkat tema “Transformasi Ritual Tradisional dalam Konteks Kehidupan Masyarakat Modern di Provinsi NTT”. Tema ini dipilih sebagai upaya menggali, mendiskusikan, dan mendokumentasikan nilai-nilai budaya tradisional yang terus bertransformasi di tengah derasnya arus globalisasi.

READ:  250 pelajar hadiri   dalam  pekan kunjugan museum

Peserta lomba berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi, Sejarah, dan Sosiologi; Universitas Katolik Widya Mandira (Unika) melalui Prodi Ilmu Komunikasi; Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Perguruan Guru (UPG) 45 Kupang.

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ,Aplinuksi M.A Asamani saat membuka kegiatan mengatakan bahwa ritual tradisional memiliki nilai yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat modern.

READ:  Fernando Soares Bantah Isu Pencalonan di Pilgub 2030, Tegaskan Dukungan untuk Melki-Johni

“Ritual tradisional bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat ikatan komunitas, membangun jaringan sosial, serta memberi makna baru dalam kehidupan masyarakat modern.

Museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda budaya, melainkan ruang edukasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ujarnya.

Maksi juga menekankan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda perlu menggali, memahami, dan menuliskan kembali nilai-nilai budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

READ:  Pisah Sambut Dandim 1622  Alor "Iskandar" Terimaksih Sudah Menjadi Bagian Dari Sejarah

“Melalui karya-karya ini, mahasiswa tidak hanya belajar menulis tetapi juga ikut serta dalam misi pelestarian budaya.

Nilai-nilai budaya itu akan menjadi referensi dan inspirasi bagi generasi berikutnya,” tambahnya.

Selain presentasi karya tulis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembacaan puisi oleh mahasiswa.

Acara dihadiri oleh para dosen pendamping, dewan juri, dan sejumlah tamu undangan(tim,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *