Kupang,Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menghadiri pengukuhan dan pelantikan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Kabupaten/Kota di NTT, bertempat di Eternal Lounge, Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu (25/7/2026) siang.
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Pengurus Besar PERBATI pusat Adam Taka Simanjuntak, unsur Forkopimda NTT, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jefri Pelt, para Ketua dan Pengurus PERBATI Kabupaten/Kota Se-NTT, para Atlet Tinju, Mantan Atlet Tinju, serta para Pelatih.
Pengukuhan dan pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum PB PERBATI sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan pembinaan olahraga tinju di Bumi Flobamorata.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan susunan pengurus PERBATI tingkat kabupaten/kota di sejumlah wilayah di Provinsi NTT masa bhakti 2026–2030 serta dirangkaikan dengan penyerahan bendera pataka oleh Adam Taka Simanjuntak yang mewakili Ketua Umum PERBATI pusat kepada para Ketua PERBATI provinsi NTT juga Ketua PERBATI kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Provinsi PERBATI NTT yang terus membangun konsolidasi organisasi sebagai fondasi penting dalam pembinaan olahraga tinju di daerah.
Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PERBATI di sejumlah kabupaten/kota di NTT sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan olahraga tinju di Nusa Tenggara Timur. Ia berharap para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Pelantikan ini merupakan momentum untuk memperkuat organisasi, serta membangun komitmen bersama dalam mencetak atlet-atlet tinju yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Wagub Johni Asadoma.
Olahraga tinju diceritakan Wagub Johni Asadoma memiliki sejarah panjang dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia. Ia pun mengenang perjalanan panjang dunia tinju di NTT yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, tinju bukan sekadar cabang olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari identitas masyarakat NTT yang dikenal memiliki semangat juang yang tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Johni Asadoma juga berbagi cerita tentang pengalamannya saat masih aktif sebagai petinju. Ia mengaku bahwa olahraga tinju telah membentuk karakter, mental, dan kedisiplinannya sejak usia muda.
“Tinju telah menjadi bagian dari identitas olahraga NTT selama puluhan tahun. Provinsi NTT juga melahirkan petinju berprestasi yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Di generasi saya ada juga Nelson Oil kemudian Hermensen Ballo,” ucap Wagub Johni Asadoma yang juga merupakan mantan atlet tinju nasional peraih medali emas SEA Games 1983.
Lebih lanjut, Wagub Johni berharap generasi muda NTT dapat menjadikan olahraga, khususnya tinju, sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung pembinaan olahraga agar lahir atlet-atlet baru yang mampu mengembalikan kejayaan tinju NTT. Semangat para petinju terdahulu harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama baik daerah hingga di kancah internasional. Terlebih kita akan menyambut PON 2028. Tinju NTT wajib menyumbang emas dalam pesta olahraga tersebut. Jika di PON kita punya prestasi bagus maka itu bekal untuk atlet-atlet tinju NTT terbang jauh lebih tinggi di level Sea Games bahkan Olimpiade,” jelas Wagub Johni.
Namun Wagub Johni mengungkapkan potensi tersebut harus dikelola melalui organisasi yang profesional, pembinaan yang berjenjang, serta kompetisi yang berkelanjutan. Karena itu, ia menyambut baik pelantikan pengurus dari delapan kabupaten dan kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sabu Raijua, Malaka, dan Alor.
“Saya berharap kepengurusan yang baru dapat menyusun program pembinaan yang nyata. Dan saya harapkan acara ini bukan seremonial saja. Tapi setelah ini harus siapkan rencana kerja. Tidak usah muluk-muluk, yang penting PERBATI tiap daerah bisa data dengan jelas jumlah sasana di daerah masing-masing, data wasitnya, data dokternya, berapa pelatihnya, karena tanpa pelatih maka tidak ada kemajuan prestasi. Buat jadwal latihan dan sparing yang teratur dan konsisten sesuai usia pembinaan atlet, buat kejuaraan tingkat kabupaten atau antar kabupaten,” terang Johni.
“Saya mengajak seluruh pengurus PERBATI untuk menjadikan organisasi ini sebagai rumah besar pembinaan atlet yang dikelola secara transparan, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada prestasi. Organisasi olahraga harus mampu menjadi ruang lahirnya bibit-bibit atlet yang tidak hanya unggul dalam teknik bertanding, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai duta daerah,” tambahnya.
“Sekali lagi, kepada seluruh pengurus yang hari ini dikukuhkan dan dilantik, saya mengucapkan selamat mengemban amanah. Jadikan jabatan ini sebagai bentuk pengabdian untuk kemajuan olahraga, bukan sekadar posisi dalam organisasi. Bangun komunikasi yang baik, ciptakan regenerasi atlet, dan hadirkan inovasi dalam setiap program kerja agar dapat berkontribusi bagi kemajuan olahraga tinju di Bumi Flobamorata.” Pungkas Johni Asadoma.
Sementara itu, Adam Taka Simanjuntak yang mewakili Ketua Umum PERBATI pusat yang berhalangan hadir menegaskan kepada seluruh pengurus PERBATI kabupaten dan kota di NTT agar memprioritaskan pembinaan atlet sebagai program utama organisasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari aktivitas kepengurusan, tetapi juga dari lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi.
Dalam arahannya, ia meminta seluruh pengurus di daerah untuk membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas latihan, hingga pendampingan atlet menuju kejuaraan tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar menghindari berbagai tindakan yang dapat mencederai nama baik organisasi dan dunia tinju, termasuk konflik internal, praktik yang tidak menjunjung tinggi sportivitas, serta tindakan yang bertentangan dengan aturan organisasi. Menurutnya, soliditas, integritas, dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam membangun prestasi olahraga tinju.
“Fokus utama kita adalah pembinaan atlet. Mari kita bekerja bersama untuk menciptakan iklim organisasi yang sehat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menghindari segala hal yang dapat merugikan atau mencederai dunia tinju yang kita cintai ini,” tegasnya.
Melalui kepengurusan yang baru, diharapkan PERBATI yang baru dikukuhkan dan dilantik semakin aktif dalam melakukan pembinaan atlet, menyelenggarakan kompetisi secara berkelanjutan, serta berkontribusi dalam meningkatkan prestasi olahraga tinju di daerah.
Berikut Daftar nama-nama Ketua PERBATI tingkat Kabupaten/Kota di NTT :
* Kabupaten Alor: Risky Marweki;
* Kabupaten Kupang: Albert Neno;
* Kabupaten Malaka: Bernadus Halan;
* Kabupaten Rote Ndao: Bruce King Nitte;
* Kabupaten Sabu Raijua: Mikael Wila Here;
* Kabupaten Timor Tengah Utara: Jecky Mamengko;
* Kabupaten Timor Tengah Selatan: Nixon Osingmahing;
* Kota Kupang: Imelda Heldiana Taosu(tim)






