Berita  

Sekda Alor  Melkisedek Bely Sorotan Tawuran Remaja  di Apel Perdana

KALABAHI,Arahntt.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, memulai tugas perdananya dengan memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Alor, Senin (11/5/2026) pagi. Apel tersebut menjadi penanda awal konsolidasi birokrasi setelah dirinya resmi dilantik sebagai Sekda.

Di hadapan para staf ahli, asisten sekda, pimpinan perangkat daerah, hingga ratusan ASN, Sekda Melkisedek menegaskan bahwa apel rutin setiap Senin tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata. Lebih dari itu, apel harus menjadi ruang membangun disiplin, memperkuat soliditas, dan memastikan kesiapan kerja seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Apel setiap hari Senin harus menjadi apel kekuatan bagi masing-masing perangkat daerah dalam memulai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selama satu minggu ke depan,” ujar Sekda Melkisedek dalam arahannya.
Ia meminta agar budaya disiplin tersebut terus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten di masing-masing instansi, kecuali untuk apel tertentu yang dipusatkan di tingkat kabupaten.

READ:  Gubernur Melki Instruksikan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Waspada Cuaca Exstrem

Tawuran Remaja

Namun, pesan apel pagi itu tidak hanya berhenti pada soal kedisiplinan birokrasi. Melkisedek juga menyoroti situasi keamanan di Kota Kalabahi yang belakangan terganggu akibat insiden tawuran antarkelompok pemuda, yang bahkan menelan korban jiwa.
Menurutnya, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan langkah penanganan berjalan terpadu, termasuk pendekatan kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa persoalan keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian.
“Keamanan daerah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Keterlibatan keluarga dan masyarakat sangat menentukan,” katanya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa sebagian pelaku tawuran masih berstatus pelajar dan berasal dari keluarga ASN, baik PNS maupun PPPK. Kondisi ini, menurutnya, menjadi alarm bagi seluruh aparatur untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan keluarga masing-masing.
“Kalau seluruh ASN bergerak bersama menjaga lingkungan masing-masing, maka daerah ini pasti akan aman dan kondusif,” ujarnya.

READ:  Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN, Wihaji Siap Dukung MELKI-JOHNI Turunkan Stunting di NTT

Di tengah upaya menjaga stabilitas sosial, Sekda Melkisedek juga mengajak seluruh ASN untuk kembali meneguhkan semangat kebersamaan pascaproses seleksi Sekretaris Daerah yang telah dilalui. Ia berharap tidak ada lagi sekat atau perbedaan yang tersisa.
“Kalau pun sebelumnya ada riak-riak kecil, saya berharap semuanya selesai sampai di sini. Kita semua adalah saudara dalam satu rumah besar Pemerintah Kabupaten Alor,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa tugas utama Sekretaris Daerah adalah mengonsolidasikan birokrasi agar seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah yang sama, selaras dengan visi dan misi kepala daerah.
Dalam kesempatan itu, Sekda Melkisedek juga menyinggung masih ditemukannya persoalan kedisiplinan ASN, mulai dari ketidakhadiran dalam apel hingga pegawai yang tidak aktif masuk kantor dalam waktu cukup lama. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa lagi dibiarkan.
“Keberhasilan birokrasi terletak pada disiplin dalam bekerja,” tegasnya.

READ:  Bank NTT Berbenah, Dirut Charlie: Perbaikan Kinerja Internal dan NPL Jadi Fokus Utama

Ia turut mengingatkan para pimpinan perangkat daerah agar kembali mencermati Rencana Strategis (Renstra) masing-masing, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah. Setiap program, kata dia, harus benar-benar terukur dan sesuai kemampuan anggaran.
Meski demikian, ia menilai Kabupaten Alor memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Selama ini, kebutuhan sayur dan buah masih banyak dipasok dari luar daerah, padahal potensi lokal dinilai sangat memadai.
“Potensi kita besar, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Di penghujung arahannya, Sekda kembali menekankan pentingnya penyelesaian tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pemerintahan. Ia mengingatkan agar tidak ada temuan berulang akibat lemahnya koordinasi dan administrasi.
“Jangan sampai ada temuan-temuan yang berulang akibat lemahnya koordinasi dan administrasi,” katanya menutup arahan(SI/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *