Berita  

Atasi Angka Putus Sekolah, Pemprov NTT Resmikan SMA Kelas Jauh di Pulau Ternate

KALABAHI,,Arahntt.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka SMA Kelas Jauh di Pulau Ternate, Kabupaten Alor.

Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat akan akses pendidikan yang lebih dekat dan aman bagi anak-anak di wilayah kepulauan.

​Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo menyampaikan bahwa kehadiran kelas jauh ini merupakan upaya nyata untuk memutus rantai angka putus sekolah yang masih cukup tinggi di NTT, salah satunya disebabkan oleh faktor jarak dan geografis yang sulit.

​“Peristiwa hari ini adalah sebuah kemajuan dari kerinduan kolektif masyarakat Pulau Ternate untuk maju. Tidak ada jalan lain untuk mencetak kader pemimpin selain melalui sekolah,” ujarnya di hadapan tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat, Kamis (7/5/2026).

READ:  Hadirkan "Agen Be Ju Bisa", Plt Dirut : Bukti Nyata Bank NTT Melayani Dengan Sungguh

​Selama ini, siswa usia SMA dari Pulau Ternate harus menyeberangi selat menuju Kalabahi setiap hari untuk bersekolah. Kondisi cuaca ekstrem dan gelombang laut yang seringkali membahayakan menjadi penghambat utama bagi siswa untuk tetap konsisten mengenyam pendidikan.

​”Saya merasakan sendiri tadi saat menyeberang, gelombangnya cukup ngeri. Bayangkan anak-anak kita harus menghadapi itu setiap hari. Begitu cuaca buruk, mereka tidak sekolah. Inilah yang menyebabkan banyak anak lebih memilih turun ke laut atau ke kebun daripada melanjutkan sekolah,” tambahnya.

READ:  Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma Tekankan Peran Pemuda Harus Memberi Solusi di Tengah Persoalan Masyaraka

​Keputusan pembangunan kelas jauh ini juga didukung penuh oleh semangat swadaya masyarakat Pulau Ternate yang secara mandiri membangun ruang kelas. Dinas Pendidikan berkomitmen untuk menempatkan tenaga pengajar, termasuk guru P3K, guna mendukung kegiatan belajar mengajar.

​Ke depan, status kelas jauh ini berpeluang ditingkatkan menjadi SMA Negeri mandiri jika jumlah siswa tetap konsisten dan izin operasional terpenuhi. Dinas Pendidikan menargetkan minimal 30 hingga 36 siswa setiap tahunnya untuk menjamin keberlangsungan sekolah tersebut.

​”Kita pastikan semua anak usia 16 sampai 18 tahun mendapatkan hak pendidikan mereka. Sekarang, bukan lagi anak-anak yang harus bertaruh nyawa menyeberang laut, melainkan guru yang datang ke sini menemui mereka,” tegas Kadis Pendidikan.

READ:  Habis Mayjen El Tari  Muncul   Irjen Pol Johni Asadoma   Penuhi Dahaga Masyarakat Pureman  Selama 48 Tahun

​Pemerintah juga mengimbau kepada Camat, Kepala Desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama memotivasi orang tua agar menyekolahkan anaknya di fasilitas yang telah disediakan ini, demi masa depan generasi muda Pulau Ternate yang lebih baik

Turut hadir dalam kegitan tersebut kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Fredik Lahal,Camat Alor Barat Laut  Aleng Alelang korwas Dikmen Lorens Sarat, dan beberpa toko masyarkaat(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *