Berita  

Kepala Dinas  Pendidikan  dan Kebudayaan  NTT Ambros Kodo  Cek  Proses Produksi Abon Ikan Tuna di SMKN Bukapiting Alor

KALABAHI,Arahntt.com- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo melakukan kunjungan ke Kabupaten Alor pada hari ini, Rabu (28/1/2026).

Saat tiba di Alor, Kadis Ambros langsung mengunjungi SMKN Bukapiting Alor, sekaligus membukan Workshop dan mengecek langsung perkembangan BAULEI, produk olahan Abon Ikan Tuna yang menjadi unggulan dari sekolah tersebut.

Kehadiran produk BAULEI merupakan jawaban nyata terhadap program One School One Product (OSOP) yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Sebagai bagian dari program SMK Vokasi Unggulan, SMKN Bukapiting berhasil mengonversi potensi kelautan Alor menjadi produk bernilai tambah.

Potensi ikan tuna Alor kini punya nilai jual lebih tinggi lewat inovasi sekolah. SMK bukan lagi penonton, tapi pemain utama dalam hilirisasi produk lokal NTT.

Kordinator Bidang Pengembangan Produk SMKN Bukapiting Alor, Wiwiek D.D. Sudarmi mengatakan, Abon Ikan Tuna SMKN  Bukapiting Alor adalah produk olahan lokal yang bahan dasarnya Ikan Tuna segar, diperoleh melalui kerja sama dengan nelayan setempat di Kampung Ampera

“Abon Ikan Tuna SMKN  Bukapiting Alor ini, bahan dasarnya dari Ikan Tuna. Ikan Tuna segar yang kami dapatkan dari nelayan-nelayan yang tangkap ikan tuna. Kebetulan nelayan-nelayan yang tangkap ikan tuna ini berdomisili di kampung ampera. Jadi, kami sudah melakukan kerja sama ketika mereka mendapatkan ikan tuna mereka hubungi kami. Jadi, tinggal kami nanti mengambilnya di mereka nanti. Kalau sudah turun dari perahu itu langsung ke SMKN  Bukapiting,” katanya kepada wartawan.

READ:  Ribuan Warga pantar timur  Hadiri Kampanye Johni Asadoma , Tokoh Adat: Di Sini Melki-Johni Bungkus

Proses pembuatan abon ini memakan waktu kurang lebih dua hari, meliputi pembersihan bahan baku, pengukusan, dan penghancuran. Produksi dilakukan oleh tim yang terdiri dari 6 siswa-siswi SMKN  Bukapiting.

“Dalam proses pengerjaan ini dilakukan oleh anak siswa-siswi yang masuk di dalam tim produksi. Jadi, mereka ini masuk dalam tim produksi yang melakukan produksi ini. Yang masuk tim produksi ini berjumlah 6 orang,” ujarnya.

Saat ini, produksi masih terbatas karena peralatan yang sederhana (kecil), dengan skala produksi antara 10 hingga 15 kilogram per sesi. Meskipun demikian, tim produksi mampu melakukan 4 kali produksi dalam seminggu.

Dari 10 kg bahan baku, mereka dapat menghasilkan sekitar 80 kg abon sekali produksi, dan bisa mencapai 120 kg jika kapasitas bahan baku ditingkatkan.

“Jadi, kami biasanya memproduksi itu skala dari 10 kilo sampai batas minimal 15 kilo. Itu karena kami masih keterbatasan di alat. Alatnya masih sederhana (kecil). Jadi, tidak biasa kapasitas yang besar walaupun stok ikan itu selalu ada,” ungapnya.

READ:  Siap Eksekusi Program Makan Bergizi Prabowo-Gibran, Melki-Johni akan Berdayakan Anak Muda dan Ibu-ibu

Kepala Sekolah SMKN Bukapiting Simon DG Laumakiling  Mengucapkan limpah  Terimaksih  Atas kunjugan  kepala Dines Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo  di   SMK N Bukapiting

Menurutnya Selain Abon Ikan Tuna, SMKN Bukapiting juga menghasilkan produk lokal lainnya yang belum banyak terekspos, yakni; Kerupuk ikan,
Stik marungga, Bon cabai, Ayam siap saji (ayam beku yang sudah dibersihkan) dan lain-lain.

“Sebenarnya ada banyak begitu, hanya belum terekspos. Ada krupuk ikan, ada stik marungga, dan bon cabai, ada ayam yang siap saji, ayam beku yang sudah dibersih, dan lain-lain,” katanya.

Ia juga  menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT atas dukungan yang memotivasi mereka untuk terus mengembangkan produk lokal dan berharap bantuan peralatan vokasi dapat meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak gubernur dan wakil gubernur NTT yang telah mendukung kami, sehingga kami terpacu dan termotivasi untuk mengembangkan produk-produk lokal yang ada di daerah ini. Dengan adanya produk unggulan ini, kami semakin maju ke depan, anak-anak semakin terampil. Dengan adanya bantuan vokasi ini mungkin lebih bagu lagi di peralatan produksinya, sehingga kami mampu menjawab permintaan pasar,” tambahnya.

READ:  BANK NTT DI PERSIMPANGAN, ANTARA BEBAN DIVIDEN DAN KEHARUSAN TUMBUH, DIRUT : TINGKATKAN PENDAPATAN

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo menyampaikan apresiasi tinggi kepada SMKN Bukapiting karena dinilai berhasil mengimplementasikan program tersebut dengan memanfaatkan sumber daya kelautan lokal yang melimpah untuk memproduksi abon ikan tuna.

Ambros juga mengatakan, Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma sangat mendorong agar setiap sekolah mengembangkan setiap potensi yang ada di sekolah masing-masing

Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, kata dia, secara konsisten mendorong setiap sekolah kejuruan di wilayahnya untuk mengembangkan potensi lokal melalui program One School One Product (OSOP) guna menggerakkan ekonomi lokal.

Kodo menyatakan keyakinan bahwa produk abon ikan tuna dari SMKN Bukapiting tersebut memiliki potensi besar untuk dikenal dan dipasarkan luas di seluruh NTT, bahkan secara nasional.

“Kita yakin dan percaya bahwa dari SMKN Bukapiting Alor ini, Abon Ikan Tuna bisa dikenal di seluruh NTT,” katanya.

Inovasi ini dinilai tepat sasaran dan produknya telah diterima langsung oleh Kepala Dinas sebagai wujud nyata hasil program OSOP(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *