Berita  

Wakil Gubernur Johni Asadoma   Himbau Seluruh Pendidik Jalankan Tugas dengan Nurani Setelah Jenguk Jessica Tunardjo

Kupang,Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menjenguk Jessica Sofia Tunardjo yang merupakan mahasiswi semester 10 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana), yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Wirasakti Kupang, Senin (3/8).

Jessica menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan bahwa kendala dalam proses akademik yang dijalaninya berdampak pada kondisi psikologisnya. Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengunjungi Jessica sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi NTT sekaligus memberikan dukungan moril bagi proses pemulihannya.”

Usai menjenguk Jessica, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa kondisi mahasiswi tersebut menunjukkan perkembangan yang baik. “Tadi saya menjenguk kondisi anak kita, Jessica. Kondisinya sudah semakin baik, semakin ceria, dan semakin sehat. Saya yakin dalam waktu dekat sudah 100% sehat. Secara fisik maupun psikis saya melihat sudah ada kemajuan dan,” ujar Wagub Johni.

READ:  Umbu Kabunang Rudiyanto Ajak Keluarga Sumba Raya  Menangkan Melki-Johni

Menanggapi peristiwa yang menjadi perhatian publik, Wakil Gubernur mengajak semua pihak untuk menyikapinya secara arif dan bijak dalam menilai situasi tersebut.
“Tadi saya mendengar cerita versi dari Jessica, dan kita tidak tahu bagaimana versi dari dosennya. Sehingga kita perlu bijak memandang dan menyikapi kondisi ini,” ungkapnya.

Menurut Johni Asadoma, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

READ:  Cek Kondisi Personil Tetap Bugar, Wagub Johni Asadoma Pimpin Latihan Bela Diri Satpol PP Provinsi NTT

Ia mengimbau seluruh pendidik, mulai dari guru hingga dosen, agar menjalankan tugas dengan hati nurani, empati, dan ketulusan. ”Pendidikan bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan budi pekerti. Anak didik harus diperlakukan seperti anak sendiri. Mereka harus belajar dengan rasa aman, nyaman, dan penuh sukacita, bukan dalam tekanan ataupun ketakutan. Dengan demikian, mereka dapat bertumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan unggul,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tk. III Wira Sakti Kupang, Letkol Ckm dr. Aan Riswandi, Sp.PK., M.Kes., M.A.R.S menjelaskan bahwa kondisi Jessica terus menunjukkan perkembangan positif sejak menjalani perawatan.

Menurutnya, saat pertama kali datang ke rumah sakit, Jessica mengeluhkan pusing berputar atau vertigo yang disertai mual. Setelah mendapatkan penanganan medis, keluhan tersebut berangsur membaik.

READ:  Dukung Program Perlindugan Sosial Bank NTT Buka 1400 Rekening untuk Peserta BPJS

“Keluhan vertigo yang dialami pasien sudah jauh berkurang. Kondisi umum pasien juga terus membaik. Apabila perkembangannya tetap stabil, diperkirakan dalam satu hingga dua hari ke depan pasien sudah dapat kembali ke rumah untuk melanjutkan pemulihan,” jelasnya.

Letkol Ckm dr. Aan Riswandi menambahkan bahwa hingga saat ini fokus penanganan masih pada pemulihan kondisi fisik pasien. ”Selama menjalani perawatan, Jessica ditempatkan di ruang rawat VIP yang kondusif agar proses pemulihan berlangsung lebih nyaman dan optimal,” jelasnya(tim)
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *