Berita  

Satu Tahun Memimpin Survei  Voxpol Tempatkan Melki -Jhoni  di Angka   80,05 Persen, Kepuasan Publik

Kupang,Arahntt.com-Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki–Johny, mencapai 80,05 persen. Angka tersebut terungkap dalam hasil survei yang dipaparkan lembaga riset Voxpol Center Research and Consulting dalam diskusi publik di Kupang.

Menanggapi hasil itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa survei bukan sekadar angka kebanggaan, melainkan cermin untuk terus berbenah. “Silakan disampaikan apa adanya. Jangan puja-puji. Ini harus jadi potret yang bisa dibuka dan dibedah untuk menjadi masukan bagi kami semua di pemerintah,” tegas Melki.

Menurutnya, capaian 80,05 persen tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan dan program yang dijalankan mulai dirasakan masyarakat. Namun, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Program Dasa Cita dan “Bahasa Cinta” untuk Rakyat

Melki menjelaskan, program Dasa Cita Melki–Johny yang selama ini dijalankan merupakan wujud “bahasa cinta” pemerintah kepada masyarakat NTT. Fokusnya mencakup penanganan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, stunting, pendidikan, dan kesehatan.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

READ:  Luncurkan Buku “Asa dan Rasa” Cerita Singkat Melki -Jhoni Selama Satu Tahun

“NTT hari ini seperti apa, itu bukan hanya kerja pemerintah. Kita semua dengan peran masing-masing ikut berkontribusi,” ujarnya.

Data Berbasis BPS, Bukan Rekayasa Pemerintah
Dalam kesempatan itu, Melki juga meluruskan isu terkait data pembangunan yang dipaparkan pemerintah. Ia memastikan seluruh data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), bukan hasil olahan sepihak pemerintah provinsi.

“Data itu bukan kami yang buat. Itu data resmi dari BPS. Kalau kita percaya BPS bekerja profesional, maka data itu harus jadi pegangan bersama,” tegasnya.

READ:  Menantang dan Sulit, Sabu Raijua Menginspirasi Melki Lak Lena Bangun NTT

Ia menambahkan, penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem yang terjadi di NTT juga merujuk pada rilis resmi BPS.

Strategi Micro Targeting: Sasar Per Orang
Ke depan, Pemprov NTT akan mengubah pola pendekatan program dari berbasis wilayah menjadi berbasis individu melalui strategi micro targeting. “Kita tidak lagi bicara sekadar desa ini atau daerah itu. Kita akan bicara per orang, siapa dan di mana. Supaya program benar-benar tepat sasaran,” jelas Melki.

Untuk mendukung strategi tersebut, aparatur sipil negara (ASN) akan lebih sering turun langsung ke lapangan, tidak hanya bekerja di balik meja. Pendekatan komunitas dan komunal tetap dipertahankan, namun dengan pendalaman data yang lebih detail.

Survei sebagai Alat Ukur, Bukan Tujuan Akhir
Melki juga mengingatkan bahwa survei memiliki keterbatasan waktu dan konteks. Ia mencontohkan, survei dilakukan sebelum sejumlah peristiwa penting terjadi, sehingga dinamika terbaru tentu dapat memengaruhi persepsi publik.

READ:  Usai Lantik DPD Pemuda Tani Indonesia NTT, Gubernur Melki Tekankan Percepatan Gerakan Tani Anak Muda

Kepuasan Publik Capai 80,05 Persen, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena Sebut Ini Potret untuk Berbenah.

Karena itu, ia berharap diskusi publik atas hasil survei tidak berhenti pada angka, tetapi berlanjut pada pembahasan pola kerja pemerintah dalam menyelesaikan persoalan mendasar di NTT. “Yang penting kita komunikasi dengan baik, beradu gagasan, dan tetap bersinergi membangun NTT,” pungkasnya.

Dengan tingkat kepuasan di atas 80 persen, pemerintahan Melki–Johny kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap program benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke level paling mikro(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *