Berita  

“Kribo” Oenitas akan  Jadi Ikon Baru Produk Lokal NTT Jhoni Asadoma “pemerintah siap Mencari Investor

Rote Ndao,Arahntt.com- Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menyiapkan produk unggulan desa, “Kribo” atau krispi bawang khas Desa Oenitas sebagai ikon baru produk lokal.
Hal tersebut disampaikan Wagub saat menghadiri kegiatan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT di Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat Laut, Jumat (27/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah memberikan pelatihan pengolahan bawang merah menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkenalkan branding “Kribo” sebagai identitas produk khas Oenitas.

“Buatlah bawang goreng yang bersih dan higienis, kemas dengan baik, dan gunakan nama ‘Kribo’. Produksi harus ditingkatkan agar bisa dipasarkan ke Kupang, Sulawesi, Jawa hingga Bali,” tegas Wagub.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dethan, Karo Hukum Setda Provinsi NTT Odermaks Sombu, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Yosef Rasi, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Rote Ndao Petson Hangge, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Rote Ndao Alben Siokain, pimpinan Cabang Bank NTT Rote, Camat Rote Barat Laut, Danramil Batutua, serta Kepala Desa Oenitas.

READ:  Wagub Jhoni Asadoma Sampaikan Permohonan Maaf Langsung saat Silaturahmi  dengan Jajaran Pemkab Badung

Dalam laporannya, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT Yosef Rasi menyampaikan, Desa Oenitas merupakan salah satu sentra unggulan bawang merah di Rote Ndao.
Program ini menyasar lima dusun, yakni Oenitas, Lodano, Manggis, Maambota, dan Rinalolon, dengan fokus pada pengembangan dari bahan mentah menjadi produk olahan.

Selain pelatihan pengolahan bawang, kegiatan juga mencakup sosialisasi stunting, penyuluhan keamanan pangan, penggunaan bahan tambahan pangan, pelatihan digital marketing, serta pagelaran seni.

READ:  Bocah Asal Batam  Sumbangkan Tabungan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dethan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT kepada masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi di desa, meningkatkan kapasitas SDM, serta berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan langsung kepada pemerintah.

Marteni Ne’a menyoroti potensi lontar yang belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan akses pasar.

“Setelah disadap, kami tidak tahu mau dipasarkan ke mana, sehingga hasilnya perlahan hilang. Padahal lontar bisa menjadi potensi besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Hektoreda Dethan dari Dusun Manggis mengungkapkan kendala yang dihadapi petani bawang di wilayahnya.
“Kami penghasil bawang terbesar, tetapi belum punya tempat penyimpanan. Kami juga butuh pipa air, dinamo, traktor mini, dan bibit untuk meningkatkan produksi,” katanya.

READ:  Wagub NTT  Johni Asadoma Minta  Kepala Sekolah  Gunakan Hati dan Lihat Kemampuan Orang Tua

Menanggapi aspirasi tersebut, Wagub menyatakan pemerintah akan membuka akses pasar dan mencari investor untuk pengembangan hasil lontar dalam skala lebih besar.
Untuk kebutuhan sarana pertanian, dukungan langsung diberikan melalui Bank NTT berupa bantuan traktor mini. Sedangkan untuk pembangunan tempat penyimpanan, masyarakat didorong mengakses pembiayaan melalui Bank NTT secara berkelompok.
Wagub juga menegaskan akan melakukan pemantauan langsung terhadap program tersebut.
“Tiga bulan ke depan saya akan kembali untuk melihat perkembangan ‘Kribo’. Saya ingin ini benar-benar menjadi produk unggulan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Wagub menyerahkan secara simbolis bantuan paket peralatan pengolahan bawang goreng kepada perwakilan masyarakat(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *