KUPANG Arahntt.com– Komisi III DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan dukungan terhadap rencana penyertaan modal Pemerintah Provinsi NTT kepada PT. Kawasan Industri Bolok (Perseroda) sebagai langkah strategis mempercepat pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dalam mendorong investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPRD NTT, manajemen PT. Kawasan Industri Bolok (KIB), dan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT yang berlangsung di Ruang Komisi III DPRD NTT, Senin (27/7/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi III Yohanes De Rosari, didampingi Wakil Ketua Pata Vincensius, Sekretaris Refafi Gah, serta anggota Komisi III Viktor Mado Watun, Guido Seran, Yohanes Rumat, Inche Sayuna, dan Kristoforus Loko. Dari pihak PT. KIB hadir Direktur Utama Rusyanto Hiskia, Direktur Keuangan dan Operasional Kretisana Jagi, Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Martinus A. Sengaji Tokan, serta Komisaris Independen Daniel Tonu.
Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD NTT merekomendasikan agar penyertaan modal Pemerintah Provinsi NTT kepada PT. KIB pada Tahun Anggaran 2026 disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta diarahkan pada investasi yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan. Komisi III menegaskan bahwa penyertaan modal harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata melalui peningkatan pendapatan perusahaan, optimalisasi aset daerah, dan penguatan daya saing kawasan industri.
Ketua Komisi III DPRD NTT Yohanes De Rosari menekankan agar pengembangan PT. KIB dilakukan secara bertahap, realistis, dan berbasis kebutuhan. Infrastruktur prioritas seperti reservoir, gardu listrik, dan gudang perlu dibangun berdasarkan kajian bisnis yang matang, didukung kepastian pasar, serta memberikan nilai tambah bagi kawasan industri. Menurutnya, pembangunan harus mengedepankan efektivitas penggunaan anggaran sehingga setiap investasi mampu memberikan manfaat yang terukur bagi perusahaan maupun pemerintah daerah. 2026.07 – RISALAH RAPAT BERSAMA KOMISI III 27 Juli 2026.pdf
Sejalan dengan itu, anggota Komisi III memberikan berbagai masukan konstruktif sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. Viktor Mado Watun mendorong manajemen menyusun target pendapatan yang realistis, melakukan efisiensi biaya operasional, serta menghadirkan inovasi bisnis yang mampu memperkuat kemandirian perusahaan. Guido Seran menekankan pentingnya penguatan strategi pemasaran dan penetapan standar harga sewa lahan maupun gudang untuk memberikan kepastian kepada investor. Sementara Refafi Gah mengingatkan agar seluruh rencana bisnis segera diwujudkan melalui langkah nyata, mempercepat penyelesaian persoalan kawasan, dan memperkuat promosi investasi sehingga PT. KIB semakin dipercaya oleh dunia usaha. 2026.07 – RISALAH RAPAT BERSAMA KOMISI III 27 Juli 2026.pdf
Di sisi lain, Kristoforus Loko menegaskan bahwa keberhasilan PT. KIB sangat ditentukan oleh integritas, profesionalisme, dan sistem tata kelola yang kuat. Ia berharap jajaran direksi mampu membangun kepercayaan publik melalui kinerja yang terukur serta mewariskan perubahan positif bagi BUMD. Senada dengan itu, Inche Sayuna mengingatkan agar penyertaan modal difokuskan pada belanja modal yang menghasilkan pendapatan, dengan setiap pembangunan didasarkan pada kepastian kebutuhan pasar dan komitmen calon pengguna sehingga investasi daerah benar-benar produktif. 2026.07 – RISALAH RAPAT BERSAMA KOMISI III 27 Juli 2026.pdf
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur Utama PT. KIB Rusyanto Hiskia menyampaikan komitmen manajemen untuk melakukan rasionalisasi biaya operasional, memperkuat kajian bisnis dan appraisal, mempercepat penyelesaian persoalan lahan, serta membuka peluang kerja sama investasi baru. Manajemen juga menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah membangun fondasi bisnis yang sehat, meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan, dan memastikan perusahaan mampu memberikan dividen kepada pemerintah daerah ketika telah mencapai tingkat profitabilitas yang memadai. 2026.07 – RISALAH RAPAT BERSAMA KOMISI III 27 Juli 2026.pdf
Rapat tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa keberhasilan PT. Kawasan Industri Bolok tidak semata-mata diukur dari besarnya penyertaan modal yang diterima, tetapi dari kemampuan perusahaan mengubah modal daerah menjadi investasi yang produktif, memperkuat iklim investasi, membuka lapangan kerja, mengembangkan kawasan industri, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Oleh karena itu, Komisi III DPRD NTT menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan, akuntabilitas penggunaan modal, dan pencapaian target kinerja sebagai indikator utama keberhasilan transformasi PT. KIB.
Komisi III DPRD NTT berharap momentum pembenahan PT. Kawasan Industri Bolok menjadi titik awal transformasi BUMD yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi NTT, DPRD, manajemen perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan, PT. KIB diharapkan mampu menghadirkan iklim investasi yang semakin kondusif, mengoptimalkan aset daerah secara produktif, memperkuat daya saing kawasan industri, serta menjadi motor penggerak hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja, PT. KIB diyakini dapat tumbuh sebagai BUMD strategis yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan(tim)






