KUPANG, Arahntt.com – Kabar gembira bagi Anak Putus Sekolah (ATS) di Nusa Tenggara Timur. Impian untuk kembali mengenyam pendidikan kini terbuka lebar tanpa harus datang ke kelas setiap hari.
SMA Negeri 3 Kupang dipercaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) sebagai satu-satunya sekolah induk penyelenggara program mulia Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Provinsi NTT.
Program ini bukan sekolah tambahan, melainkan solusi negara untuk Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Ini program mulia. Pemerintah memberikan kesempatan kepada anak-anak yang selama ini mengalami kesulitan untuk bersekolah,” ujar Ishak D. E. Balbesi S. Pd., Kepala SMAN 3 Kupang dalam wawancara, Rabu (24/9/2026).
Program tahap pertama tahun 2026 ini khusus diperuntukkan bagi ATS yang sudah tamat SMP tapi tidak lanjut SMA, atau yang sudah masuk SMA kelas 10 atau 11 tapi berhenti di tengah jalan.
Ia menjelaskan syarat untuk mendaftar adalah usia 16 sampai 18 tahun, berstatus putus sekolah, dan punya kemauan kuat untuk belajar lagi.
“Usianya 16-18 tahun dan dia memang mau untuk bersekolah lagi dari kelas 10. Kalau dia putus di kelas 11 dan mau kembali ke kelas 11, dia harus menunggu tahun depan,” jelasnya.
Sejak diluncurkan April 2026, SMAN 3 mulai bergerak sejak Mei, sosialisasi Juli, dan kini sudah menjaring 29 siswa. Menariknya, siswa tidak hanya dari Kupang, tapi tersebar se-NTT bahkan ada yang sedang bekerja di Jawa Tengah tapi masih ber-KTP NTT.
Ishak juga menjelaskan sistem program PJJ adalah 100% daring menggunakan aplikasi Learning Management System (LMS)
“Pembelajaran jarak jauh, entah dia ada di mana dan kapan saja, dia tetap melaksanakan pembelajaran. Pembelajarannya menggunakan modul ajar, kerja tugas dan kirim lewat LMS,” ungkapnya.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pun sudah dilakukan secara daring, termasuk pelatihan cara mengakses LMS dan mengunggah tugas.
Kurikulumnya sama persis dengan reguler. Yang beda hanya cara belajarnya.
“Ini bukan pendidikan abal-abal. Kita setting sama persis dengan pendidikan reguler. Hanya bedanya reguler bertemu langsung, PJJ lewat teknologi,” tegasnya.
Menurut Ishak, siswa yang mengikuti PJJ nantinya akan terdaftar resmi di Dapodik SMAN 3 Kupang dan saat tamat akan mendapat ijazah resmi SMA Negeri 3 Kupang.
Lebih lanjut Ishak menjelaskan hal yang paling menarik dari program PJJ adalah tanpa pungutan biaya sepeser pun. Semua biaya ditanggung Direktorat dari Kementerian.
“Semua biaya dari Kementerian. Bahkan anak-anak terdaftar dalam Dapodik. Sekolah gratis,bisa ikut di mana saja kamu berada, yang kamu keluarkan hanya beli pulsa atau paket data,” katanya.
Untuk menjangkau wilayah luas, SMAN 3 dibantu dua sekolah mitra, yaitu SMAN 4 Takari (Kabupaten Kupang) dan SMAN 1 Amanuban Timur (Kabupaten TTS) di mana Mitra ini berfungsi membantu penjaringan dan memfasilitasi siswa yang kesulitan akses
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah kabupaten/kota ikut mengkampanyekan program ini hingga ke desa, bahkan menyiapkan WiFi gratis.
“Ini kesempatan sangat baik. Silakan bagi anak-anak kita yang terkendala ekonomi, akses sekolah jauh, yang akhirnya putus sekolah, ini kesempatannya,” imbaunya.
Ishak juga berharap Bagi warga NTT yang berminat, pendaftaran masih Informasi lengkap bisa diakses melalui website resmi SMAN 3 Kupang.
“sillakan bagi warga negara anak-anak kita yang terkendala dengan faktor-faktor ekonomi, akses sekolah, dan lain sebagainya yang akhirnya putus sekolah, maka ini kesempatan silakan mendaftarkan diri dan mengikuti informasi melalui website di SMAN 3 Kupang” pungkasnya .
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk presiden Prabowo serta Kementerian Pendidikan dan kebudayaan untuk perhatiannya melalui program PJJ yang sangat membantu pendidikan di NTT.
“ini satu niat hati yang mulia sekali dari pemerintah bangsa dan negara kita untuk bagaimana semua warga negara itu bisa menikmati pendidikan yang berkualitas” tutupnya(tim)






