Berita  

Bupati TTU Lepas Peserta Tour de EnTeTe 2026 Rute Kedua Etape Pulau Timor

Kefamenanu, Arahntt.com – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosef Falentinus D. Kebo, bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melepas peserta Tour de EnTeTe rute kedua etape Pulau Timor, Kamis, (5/11/2026).

Pelaksanaan Tour de EnTeTe ini, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rute kedua dimulai dari Kantor Desa Oeprigi Kabupaten TTU, menuju Kantor Camat Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Dalam sambutannya, Bupati TTU Falent Kebo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, dan seluruh panitia penyelenggara yang telah menggagas serta melaksanakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Tour de EnTeTe merupakan inisiatif positif, karena tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat NTT.

READ:  Pertama di NTT "Laka Lena Gandeng Pihak Swasta Bantu UMKM

“Pelaksanaan jalan sehat yang mengambil titik pelepasan di wilayah perbatasan antarkabupaten memiliki makna tersendiri. Wilayah perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah administratif antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Sebaliknya, kawasan tersebut harus dimaknai sebagai ruang perjumpaan, persaudaraan, dan kolaborasi untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik,” kata Falent Kebo.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun pihak swasta, agar memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat yang berada di sepanjang etape perjalanan Tour de EnTeTe. Kegiatan Tour de EnTeTe, lanjutnya, tidak hanya menjadi perjalanan melintasi wilayah, tetapi juga meninggalkan kesan dan manfaat bagi masyarakat yang dilewati.

READ:  Prudential Gandeng UNICEF  Tingkatkan  Pendidikan  Anak Usia Dini di Kabupaten Roten Ndao

“Setiap etape harus menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan masyarakat, mendengar aspirasi, mengenali potensi daerah, serta memahami berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan yang masih dihadapi,” jelasnya.

Lebi lanjut, Falent mengatakan, masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur perjalanan Tour de EnTeTe merupakan bagian penting dari pembangunan NTT. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian, kesempatan, dan pelayanan pembangunan yang setara.

“Tour de EnTeTe yang menjangkau berbagai kabupaten dan kota, termasuk wilayah kepulauan, membawa pesan penting bahwa pembangunan dan semangat kebersamaan harus dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ungkapnya.

Falent menambahkan, NTT memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi, dan potensi daerah yang luar biasa. Setiap kabupaten dan kota juga mempunyai keunikan serta keunggulan masing-masing.

READ:  Paslon 03  Setuju dengan Gagasan Melki-Johni untuk Sinergitas Transportasi di NTT

Melalui kegiatan ini, potensi tersebut diharapkan semakin dikenal masyarakat luas. Selain itu, Tour de EnTeTe menjadi sarana membangun sikap saling mengenal, menghargai, dan mendukung antardaerah.

“Tour de EnTeTe bukan sekadar perjalanan dari satu titik ke titik lainnya, melainkan perjalanan untuk menyatukan semangat, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap NTT. Meskipun masyarakat NTT hidup di wilayah yang dipisahkan oleh laut, pulau, dan batas administrasi, seluruhnya tetap merupakan satu keluarga besar,” tegasnya.

Falent mengajak seluruh masyarakat untuk menyatukan langkah, tekad, dan hati dalam membangun NTT yang lebih sehat, maju, sejahtera, serta semakin kuat dalam persatuan.

“Semangat pembangunan NTT harus dimulai dari seluruh pelosok daerah, dari setiap desa, komunitas, hingga setiap warga masyarakat,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *