Kalabahi,ArahNTT.Com – Pemkab Alor memperoleh dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Pemerintah Pusat sebesar Rp14.269.400.000 atau Rp14,26 miliar.
Dana itu untuk membangun kembali tiga jembatan rusak akibat Siklon Tropis Seroja tahun 2022, yaitu Jembatan Kaluna, Pido, dan Nulle.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., didampingi Kepala Pelaksana BPBD Alor, Obeth Bolang, S.Sos., M.AP., menghadiri kegiatan Koordinasi Pendampingan Penyaluran Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Tahun 2026 di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
“Anggaran untuk pembangunan tiga jembatan ini sudah disiapkan. RKA juga sudah ditetapkan. Karena itu, kami berharap paling lambat awal tahun 2027 pembangunan ketiga jembatan ini sudah dapat dilaksanakan,” ujar Wabup Rocky.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kemenkeu RI dan BNPB, DPRD Alor, serta semua pihak yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat Alor.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Alor, Obeth Bolang, menjelaskan proses asistensi dan penyusunan RKA ketiga jembatan itu sudah rampung, sehingga tinggal persiapan pelaksanaan fisik.
Penetapan hibah ini tertuang dalam Surat Kemenkeu RI Nomor S-77/MK/PK/2026 tanggal 30 Oktober 2026. Batas akhir permintaan penyaluran hibah ditetapkan pada 7 Desember 2026.
Dengan hibah tersebut, pembangunan Jembatan Kaluna, Pido, dan Nulle diharapkan segera terealisasi untuk memperlancar konektivitas, ekonomi masyarakat, dan akses pelayanan publik.






