KUPANG, Arahntt.com- — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanis Asadoma menegaskan cabang olahraga tinju menjadi salah satu cabang olahraga super prioritas dalam persiapan NTT menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Wagub Johanis Asadoma mengatakan, dari 24 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTT pada PON 2028, tinju menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian khusus karena selama ini konsisten menyumbangkan medali bagi NTT dalam berbagai ajang olahraga nasional. Selain tinju, sejumlah cabang olahraga lainnya yang masuk dalam kategori super prioritas antara lain pencak silat, kempo, cricket dan atletik. “Tinju ini salah satu cabang olahraga yang selalu memberikan medali emas bagi NTT dalam hampir setiap penyelenggaraan olahraga.Karena itu, tinju masuk dalam skala super prioritas untuk pembinaannya,” ujar ujar Mantan Kapolda NTT.
Menurutnya, pembinaan tinju di NTT harus dilakukan secara bersama-sama tanpa membedakan organisasi yang menaungi para atlet. Hal tersebut disampaikan menyusul adanya dua organisasi tinju amatir yang berkembang di NTT, yakni Pertina dan perbati Asadoma menyebut kedua organisasi tersebut memiliki dasar hukum dan keberadaannya perlu dihargai dalam konteks pembinaan olahraga. “Kami dari pemerintah tidak melihat itu. Kami merangkul semuanya. Kami membina semuanya untuk sama-sama mempunyai target medali emas,” katanya.
Ia menargetkan NTT dapat meraih dua hingga tiga medali emas dari cabang olahraga tinju pada PON 2028. Untuk mencapai target tersebut, menurutnya diperlukan persatuan dan kesatuan di antara para pemangku kepentingan tinju, termasuk Pertina dan dan perbati.
Wagub menegaskan, pemerintah tidak akan membedakan atlet berdasarkan organisasi yang menaunginya. Atlet terbaik akan dipersiapkan dan dipilih untuk memperkuat kontingen NTT pada PON 2028. “Kita tidak perlu mempersoalkan dua organisasi ini karena dua-duanya mempunyai badan hukum. Mari kita sama-sama menyiapkan petinju-petinju kita untuk PON yang akan datang,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar persoalan organisasi tidak sampai menghambat proses pembinaan atlet. Menurutnya, konflik antarorganisasi justru dapat membuat perhatian terhadap latihan dan pengembangan atlet menjadi terabaikan. Sangat disayangkan apabila ada petinju yang bagus tidak diikutkan hanya karena dia berada di salah satu badan yang mungkin tidak disukai. Kami tidak mau sampai seperti itu,” ujarnya
Sebagai wakil gubernur Ia mengajak seluruh insan tinju di NTT mengesampingkan perbedaan organisasi dan lebih fokus pada pembinaan atlet melalui latihan serta pertandingan bersama. Menurutnya, kegiatan bersama tersebut dapat memperkuat solidaritas dan persaudaraan di kalangan insan tinju sekaligus menghasilkan atlet-atlet tangguh yang siap mewakili NTT di PON 2028. “Kita fokus dan konsentrasi dengan latihan bersama, dengan pertandingan bersama. Itu akan membangun solidaritas yang kuat, membangun persaudaraan yang kuat, sehingga nanti akan memunculkan calon-calon petinju yang tangguh yang akan maju di PON,” katanya.
Jhoni juga menegaskan, identitas sebagai insan olahraga tinju harus menjadi prioritas dibandingkan perbedaan organisasi. “Yang penting sekarang adalah kita bilang kita itu orang tinju, kita adalah darah tinju. Maka organisasi itu nomor dua. Nomor satu adalah bagaimana kita bisa membina tinju dan memberikan kontribusi terbaik bagi tinju NTT dan bagi tinju Indonesia,” tegasnya.
Selain pembinaan atlet, Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana untuk pengembangan olahraga tinju. Asadoma mengatakan pemerintah sedang menganggarkan pembangunan gedung latihan khusus tinju. Selain itu, terdapat fasilitas olahraga berupa gedung olahraga (GOR) yang telah terbengkalai selama beberapa tahun dan direncanakan untuk dilanjutkan pembangunannya.
GOR tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu venue pertandingan pada PON 2028.(tim)






