KUPANG.Arahntt.cpm– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” sebagai catatan perjalanan satu tahun kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma.
Peluncuran buku tersebut dirangkaikan dengan diskusi publik yang berlangsung di Aula El Tari Kupang, Kamis, 9 Maret 2026, dan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, penulis hingga generasi muda.
Wakil Gubernur NTT, Drs. Jhoni Asadoma, dalam sambutannya menegaskan bahwa buku ini merupakan upaya jujur pemerintah dalam membaca diri sekaligus mengevaluasi perjalanan awal pemerintahan.
“Ini adalah sebuah upaya untuk membaca diri dan membaca perjalanan awal pemerintahan dalam bingkai harapan dan kenyataan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur atau pertumbuhan di wilayah perkotaan, tetapi juga bagaimana kebijakan benar-benar dirasakan dan dimaknai oleh masyarakat.
Menurutnya, dua kata kunci dalam buku ini—asa dan rasa—mencerminkan amanah politik rakyat yang harus dijawab oleh pemerintah melalui kerja nyata.
Buku tersebut juga menghadirkan beragam perspektif, termasuk pandangan kritis dan reflektif. Hal ini dinilai sebagai kekuatan utama karena pemerintah berani membuka ruang evaluasi secara jujur.
“Pembangunan saat ini bergerak ke arah yang lebih inklusif, mencakup penguatan ekonomi, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga menghadirkan negara yang lebih dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, Jhoni mengakui bahwa satu tahun pemerintahan masih merupakan tahap awal, sehingga evaluasi terhadap implementasi kebijakan menjadi hal penting untuk memastikan keberlanjutan dan dampaknya bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa momentum peluncuran buku ini tidak hanya menjadi bahan refleksi, tetapi juga ruang pembelajaran bersama dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada para penulis, akademisi, generasi muda, serta tim editor yang telah berkontribusi menghadirkan karya reflektif tersebut.
Buku “Asa dan Rasa” menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana janji dan harapan politik mulai bergerak menuju kenyataan.
Refleksi yang dihimpun dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa arah pembangunan NTT dinilai mulai berada pada jalur yang tepat, meski masih menghadapi tantangan yang cukup terjal.
Selain itu, buku ini juga mengulas capaian program Quick Wins dan implementasi Tujuh Pilar Pembangunan yang dijalankan oleh kepemimpinan Melki-Johni secara populer namun tetap berbasis kondisi empiris.
Pada akhirnya, buku ini menjadi cermin terbuka bagi publik untuk menilai kinerja satu tahun pemerintahan, sekaligus menjadi pijakan untuk langkah pembangunan NTT ke depan yang lebih maju, sehat, dan sejahtera(tim)






