Berita  

DUA JIWA SATU CITA” atau “KOLABORASI EPIC Melki & Jhoni

Kupang Arahntr.com– Di tengah agenda pemerintahan yang padat, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma (Melki-Johni) menunjukkan kekompakan dalam bekerja, Kamis (26/3/2026).

Keduanya menjalankan peran berbeda dalam waktu bersamaan, namun tetap saling melengkapi.

Gubernur Melki Laka Lena menghadiri Rapat Paripurna DPRD NTT dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan  Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Dalam forum resmi tersebut, Melki memaparkan sejumlah capaian pembangunan, di antaranya penurunan angka kemiskinan sebanyak 76.240 orang dari total 1,03 juta penduduk miskin.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 1,03 juta orang, menurun 57,09 ribu orang dibanding Maret 2025 dan turun 76,24 ribu orang dibanding September 2024,” ujar Melki.

READ:  Melki Laka Lena Beri Bukti Bukan Janji, RSP Kualin Hadiah Terindah untuk Warga TTS

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,10 persen pada November 2025. Pertumbuhan ekonomi NTT pun menunjukkan tren positif dengan capaian 5,34 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan IV 2025. “Capaian ini menjadi progres yang menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTT ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, di waktu yang sama, Wakil Gubernur Johni Asadoma turun langsung ke lapangan meninjau jembatan ambruk di Jalan Trans Timor, tepatnya di Perbatasan Kelurahan Naiboat dan Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Jembatan tersebut ambles sekitar 1,3 meter dan menyebabkan akses utama transportasi darat di Pulau Timor lumpuh total. Arus kendaraan terhenti dan antrean panjang mengular di kedua sisi jalan.

READ:  Hadiri Syukuran HUT ke-29 Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang. Wagub NTT sebut Kebiasaan Baik Sejak Dini Kunci Meraih Kesuksesan

“Jembatan ini sudah rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Ini jalur vital, sehingga aktivitas masyarakat benar-benar terhenti,” ujar Johni di lokasi.

Tidak hanya meninjau jembatan, Wagub Johni bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT juga langsung menurunkan alat berat untuk membuka jalur alternatif yang dijadwalkan rampung dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Wagub Johni Asadoma, pembagian peran antara dirinya dan Gubernur merupakan bentuk sinergi dalam menjalankan pemerintahan.

READ:  Dugaan Pungli Pengurusan Status Kampus Swasta oleh Pejabat di LLDIKTI XV NTT

“Hal ini menunjukkan pembagian tugas dan hubungan yang harmonis, yang sangat penting dalam membangun NTT. Pembagian tugas ini harus menjadi contoh bagi bupati dan wakil bupati,” tegasnya.

Pemerintah pun bergerak cepat dengan menyiapkan jalur alternatif guna memulihkan konektivitas antarwilayah. Mengingat status jalan tersebut merupakan jalan nasional, perbaikan permanen akan melibatkan pemerintah pusat.

Model kepemimpinan seperti ini dinilai penting dalam mempercepat pembangunan di NTT, sekaligus menjadi contoh bagi para kepala daerah dalam membangun koordinasi, kolaborasi, dan kerja nyata bagi masyarakat.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *