Bank NTT Perkuat Transformasi Digital lewat Pengesahan RSTI KUB 2026–2029

MalangArahntt.com – Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus memperkuat komitmennya dalam transformasi digital perbankan dengan menghadiri pengesahan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) Tahun 2026–2029 dalam lingkup Kelompok Usaha Bank (KUB) yang digelar di Kota Malang, Jawa Timur, pada 14–15 Januari 2026.
Direktur Umum & SDM Bank NTT, Rahmat Saleh, bersama Tim Teknologi Informasi Bank NTT hadir langsung dalam agenda strategis tersebut sebagai bagian dari penguatan sinergi antarbank pembangunan daerah dalam menghadapi tantangan industri perbankan digital.
Pengesahan RSTI KUB secara resmi ditandatangani pada Kamis (15/1/2026) oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) selaku induk KUB,
bertempat di Hotel Grand Mercure Mirama Malang.
Dalam kesempatan tersebut, para direktur bank pembangunan daerah anggota KUB turut menyampaikan aspirasi masing-masing sekaligus menandatangani dokumen penerimaan dan persetujuan implementasi RSTI sebagai komitmen bersama dalam pelaksanaan strategi teknologi informasi.
Penandatanganan RSTI dilakukan oleh Direktur IT, Digital dan Operasional Bank Jatim, Wiweko Probojakti, bersama perwakilan lima bank anggota KUB, yakni Direktur Umum & SDM Bank NTT Rahmat Saleh, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah Ferry Ardiansyah, Direktur Operasional Bank Banten Rodi Judo Dahono, Direktur Pemasaran Bank Sultra Ronald Siahaan, serta VP Teknologi Informasi Bank Lampung M. Suryo Pranoto.

READ:  Melki -Jhoni Akan Renovasi  Rumah Layak Huni Sebanyak 20 Ribu  Tahun 2026

Wiweko menjelaskan, pengesahan RSTI ini menjadi tonggak penting kolaborasi antarbank daerah dalam memajukan kapabilitas teknologi secara kolektif.
“Fokus utama sinergi di bidang teknologi informasi ini mencakup penguatan keamanan informasi, efisiensi operasional, serta integrasi layanan digital. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan standar bersama, meningkatkan keandalan infrastruktur, dan memperluas inovasi antar anggota KUB,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kolaborasi ke depan perlu difokuskan pada aspek tata kelola, infrastruktur, pengelolaan data dan layanan digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara terarah dan berkelanjutan.
Dengan dukungan infrastruktur teknologi dan kualitas SDM yang semakin kuat, Bank Jatim bersama bank anggota KUB, termasuk Bank NTT, optimistis dapat mengembangkan bisnis perbankan secara prudent dan berkelanjutan.
“Bank Jatim siap berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan seluruh anggota KUB agar kita dapat tumbuh dan berkembang bersama dalam menghadapi dinamika industri perbankan modern,” tambah Wiweko.
Di sisi lain, transformasi digital yang dilakukan Bank Jatim menunjukkan capaian positif. Hingga November 2025, pengguna JConnect Mobile tercatat mencapai 973.244 user, tumbuh 20,14 persen secara tahunan (YoY) dengan nilai transaksi sebesar Rp58,36 triliun atau meningkat 22,12 persen (YoY).
Sementara itu, pengguna JConnect QRIS BJTM mencapai 201.796 user, tumbuh 18,39 persen (YoY) dengan nilai transaksi sebesar Rp3,49 triliun, meningkat 28,09 persen (YoY).
“Transformasi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Bank Jatim bersama seluruh anggota KUB, termasuk Bank NTT, harus siap menghadapi tantangan industri perbankan modern dengan memperkuat lini teknologi informasi,”ujarnya(Tim)

READ:  Ribuan Warga pantar timur  Hadiri Kampanye Johni Asadoma , Tokoh Adat: Di Sini Melki-Johni Bungkus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *