511 Bakal Calon Kepala Sekolah Seleksi Serentak di Delapan Titik di NTT

Kupang,  Arahntt.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Direktorat Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Tenaga Kependidikan (KSPS-TK) Kementerian Pendidikan menggelar Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) secara serentak di delapan titik di Provinsi NTT, Senin (29/12/2025).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan seleksi ini merupakan tahapan penting dalam penyiapan kepala sekolah yang profesional, berintegritas, dan berkompeten untuk memimpin satuan pendidikan di NTT.

Seleksi substansi dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Para peserta diberikan kesempatan mengerjakan 70 soal yang dirancang untuk mengukur kompetensi manajerial, kepemimpinan, supervisi, dan pemahaman kebijakan pendidikan.

“Seleksi ini dilaksanakan secara objektif dan transparan, sesuai arahan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johny Asadoma, agar proses berjalan dengan baik dan menghasilkan kepala sekolah yang berkualitas,” kata Ambrosius.

READ:  Bank NTT Raih Penghargaan Paritrana Award 2024

Ia menjelaskan, jumlah peserta yang diundang mengikuti seleksi melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK) sebanyak 1.102 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 511 peserta yang mengunggah dokumen persyaratan.

Sementara itu, sebanyak 599 orang tidak mengunggah dokumen dan otomatis tidak dapat melanjutkan ke tahapan seleksi. Seluruh peserta yang mengunggah dokumen dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak mengikuti seleksi substansi.

Seleksi substansi dilaksanakan di delapan titik yang tersebar di berbagai wilayah NTT. Di SMKN 1 Kupang, seleksi diikuti oleh 119 peserta yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, seleksi dipusatkan di SMKN 2 So’e dengan jumlah peserta 35 orang.

Sementara itu, wilayah perbatasan darat mengikuti seleksi di SMKN 1 Atambua dengan 71 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.

READ:  Usai Lantik DPD Pemuda Tani Indonesia NTT, Gubernur Melki Tekankan Percepatan Gerakan Tani Anak Muda

Untuk wilayah kepulauan, seleksi digelar di SMK Kristen 1 Kalabahi dengan 20 peserta dari Kabupaten Alor. Di Kabupaten Sikka, seleksi dipusatkan di SMKN 1 Maumere dengan jumlah peserta 73 orang dari Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata.

Seleksi di wilayah Flores bagian tengah berlangsung di SMKN 2 Ende dengan jumlah peserta 62 orang yang berasal dari Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo.

Sementara itu, di wilayah Manggarai Raya, seleksi dilaksanakan di SMKN 1 Labuan Bajo dengan 55 peserta dari Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Untuk wilayah Pulau Sumba, seleksi substansi dipusatkan di SMA Swasta St. Alfonsius Tambolaka dengan jumlah peserta sebanyak 77 orang dari seluruh kabupaten di Pulau Sumba.

READ:  Wagub NTT Johni Asadoma  Beri Motivasi Untuk Para Atlet Taekwondo Asal Kabupaten  Alor

Ambrosius menjelaskan, setelah seleksi substansi selesai, Direktorat KSPS-TK akan menggelar rapat pleno untuk menetapkan hasil kelulusan. Hasil pleno tersebut selanjutnya disampaikan kepada kepala daerah sebagai dasar penugasan calon kepala sekolah.

Peserta yang dinyatakan lulus wajib mengikuti pelatihan kepala sekolah guna memperoleh sertifikat Surat Izin Melaksanakan (SIM) sebagai syarat menduduki jabatan kepala sekolah.

“Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan anggaran tahun 2026 untuk pelatihan kepala sekolah sebanyak 303 orang,” ujar Ambrosius.

Pelatihan tersebut akan dilaksanakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan dengan dukungan alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT.

Menurut Ambrosius, proses seleksi dan pelatihan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu kepemimpinan sekolah di NTT, sekaligus upaya memperkuat tata kelola pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *