Berita  

Tidak Prosedural Bawaslu NTT Minta Pengawas memperbaiki Tata Cara dan  Mekanisme Coklit

Kupang Arahntt.com,-Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bawaslu NTT)  melakukan mengawasi secara langsung pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih yang telah berlangsung selama 10 hari

Dalam pengawasan itu bawaslu menemukan  ketidakpatuhan prosedur coklit oleh pantarlih  di lapagan

Temuan di lapagan itu ada beberapa  prosedural  yang tidak di jalankan  oleh petugas degan baik antra lain:
-Terdapat petugas Pantarlih yang terindikasi sebagai anggota Partai Politik karena masuk dalam SIPOL. Diduga kuat Pantarlih tersebut merupakan pendukung/simpatisan Partai Politik dan pendukung dari salah satu bakal calon kepala daerah pada Pemilihan serentak tahun 2024;
-Terdapat Pantarlih yang saat melakukan Coklit tidak dapat menunjukkan Salinan SK Pantarlih;
–  Pantarlih tidak menempelkan stiker tanda bukti  Coklit untuk setiap 1 (satu) KK;
– Pantarlih tidak melakukan coklit dengan    mendatangi Pemilih secara langsung;
– Pantarlih tetap mencatat pemilih yang tidak memenuhi syarat (Meninggal, dibawah umur, pemilih ganda);
– Pantarlih tetap mencatat pemilih yang tidak dapat menunjukan identitasnya (KTP-el,KK,IKD);
– Pantarlih mencatat 2 KK dalam 1 (satu) Formulir Model A-Tanda bukti Coklit dan 1 (satu) stiker coklit;
– Pantarlih keliru dalam menuliskan nama pemilih pada Formulir A. Tanda Bukti di Coklit dan Stiker Coklit;
– Terdapat pemilih baru yang sudah menggunakan hak pilihnya saat pemilu terakhir namun tidak terdaftar dalam Form. Model A Daftar Pemilih;
– Terdapat Pemilih yang terdaftar di TPS yang tidak sesuai dengan alamat pemilih.

READ:  Awasi Coklit Data Pemilih,  Bawaslu NTT  Launching  Posko Aduan Masyarakat

Hal ini disampaikan langsung oleh Pak Amrunur Muh. Darwan, S.Si
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat

READ:  Calon Gubernur Melki Laka Lena  Tetap Unggul     Simulasi Dua dan Tiga Nama  di Semua Survei

Terhadap 10 bentuk ketidakpatuhan prosedur diatas jajaran pengawas pemilihan ad hoc yakni Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan/Desa telah memberikan rekomendasi/saran perbaikan kepada Pantarlih, PPS dan PPK untuk segera dilakukan perbaikan tata cara, prosedur dan mekanisme Coklit sebagaimana ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2024 tentang Penyusunan Daftar Pemilih Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota. Dan Keputusan KPU Nomor 799 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Daftar Pemilih dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

READ:  Resmi Buka Musda ke-14 BPD HIPMI NTT" Wagub Jhoni Asadoma Minta Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Selama proses pengawasan tersebut Bawaslu NTT dan jajaran pengawas pemilihan terus mengawal dan memastikan adanya tindak lanjut terhadap rekomendasi/saran perbaikan pengawas pemilihan atas ketidakpatuhan prosedur dan berbagai ketidaksesuaian kinerja Pantarlih. Selain pengawasan melekat, Bawaslu NTT dan jajaran pengawas pemilihan melakukan uji petik terhadap kinerja pantarlih dan analisis data pemilih untuk memastikan ketepatan akurasi, kemutakhiran, dan cakupan pemilih yang komprehensif. Pengawas pemilihan juga secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesadaran akan status hak pilihnya. Salah satunya dengan mendirikan posko kawal hak pilih untuk menerima segala bentuk aduan dan laporan masyarakat terkait pelanggaran dalam tahapan pemutakhiran data pemilih. Bawaslu turut melibatkan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan coklit di daerahnya masing -masing(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *