Berita  

Taufik Syahbudin Anggota DPRD Alor Sebut Fernando Soares figur ideal pimpin PSSI NTT

KUPANG – Arahntt.com–  Wacana pergantian Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur menjelang Kongres Biasa pada 7 November 2026 mengerucut pada satu nama, Wakil Ketua I DPRD NTT, Fernando Jose Osorio Soares.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Alor, Taufik Syahbudin menilai Fernando merupakan figur paling ideal untuk memimpin PSSI NTT saat ini. Menurutnya, Fernando memiliki tiga modal utama yang tidak dimiliki calon lain.

Saat ini kursi Ketua Asprov PSSI NTT masih dijabat Plt Ketua P. Christian Mboeik yang masa tugasnya akan berakhir pada 1 April 2027.

Taufik menjelaskan, persoalan utama sepak bola NTT hari ini bukan soal bakat. Bakat NTT melimpah dari Sabu sampai Alor, namun masalah klasik yang dihadapi adalah anggaran dan transportasi antar pulau.

“Karena masalah PSSI NTT hari ini bukan soal bakat. Kita butuh ketua yang paham peta kepulauan, peta anggaran, dan peta politik Jakarta-Kupang. Itu ada di Fernando,”  ujar Taufik.

Menurutnya, Modal pertama adalah penguasaan peta anggaran. Fernando yang menjabat Wakil Ketua I DPRD NTT sejak 11 Oktober 2024 dan Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT dinilai memegang kunci APBD dan paham cara mendorong dana KONI serta lobby ke pemerintah pusat.

READ:  Bank NTT Sponsor Utama Balap Sepeda  Tour De En TeTe 2025

“Selama ini ETMC sering seret karena ongkos kapal dan pesawat mahal. Calon lain mungkin paham formasi 4-3-3, tapi tidak pegang brankas,” katanya.

Kemampuan lobby tersebut pernah dibuktikan Fernando saat mendesak pemerintah pusat menghadirkan ambulans udara pasca gempa Flores.

“Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh.”ungkap Nando

Menurut Taufik, logika kepulauan itu dipahami Fernando bahwa waktu adalah nyawa, dan dalam sepak bola, waktu dan jarak menjadi penentu hidup-matinya kompetisi.

Modal kedua adalah penguasaan peta kepulauan atau kemampuan merangkul semua kubu. Penyakit lama PSSI NTT yang kerap pecah kongres karena sentimen kedaerahan Timor, Flores, Sumba, Alor, dan Rote dinilai bisa diatasi Fernando.

Hal itu terbukti pada 15 September 2026 lalu, Fernando terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI NTT di Hotel Harper Kupang. Sebanyak 22 DPC kabupaten/kota se-NTT sepakat menunjuknya tanpa lawan.

READ:  Gubernur NTT Sambut Kedatangan Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara  TMMD Mabes TNI Mayjen TNI Gabriel  lema

“Artinya dia diterima di semua daratan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan Visi Fernando di HKTI, “harus hadir di tengah sawah, petani harus naik kelas,” dinilai relevan jika diterjemahkan ke sepak bola menjadi “harus hadir di tengah lapangan kampung, pemain kampung harus naik kelas,” bukan hanya mengurus Liga 3 di Kupang.

Lebih lanjut ia” menjelaskan modal ketiga adalah gaya kepemimpinan kolektif dan anak muda

“Di Gerindra dia selalu tekankan prinsip dari Pak Prabowo, jangan sekali-kali meninggalkan apalagi melupakan kawan dan anti SMS, Suka Melihat orang Susah, Susah Melihat orang Senang. Dia dorong anak muda jadi pengurus, kerja tim, bukan one man show,” ungkap anggota DPRD Fraksi Gerindra.

Taufik menegaskan, PSSI NTT membutuhkan pemimpin yang mau turun ke bawah, bukan hanya duduk di tribun VIP, untuk mengembalikan gengsi ETMC dan membawa NTT tidak hanya menjadi penggembira di ajang PON.

Adapun 10 Misi Utama Fernando Soares Untuk Sepak Bola NTT Lebih Baik

READ:  Keberlanjutan Program Jokowi dan Prabowo di NTT dari Hambalang untuk Melki-Johni

1. Kompetisi berjenjang: Kompetisi berjenjang baik, memisahkan liga dan Piala Gubernur, serta kompetisi di seluruh kabupaten/kota.
2. Pembinaan: Pembinaan pemain usia dini yang terarah dan berkelanjutan.
3. Klub memiliki SSB:  Setiap klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai pusat pembinaan talenta muda.
4. Penguatan SDM: Pelatih, wasit, dan inspektur pertandingan bersertifikasi di semua tingkatan.
5. Reformasi tata kelola asprov: Reformasi total susunan pengurus dengan keterwakilan semua Askab/Askot.
6. Transparansi : Tata kelola yang terbuka, akuntabel, dan profesional.
7.Industrialisasi Sepak Bola : Mengembangkan nilai ekonomi dan kemitraan sepak bola NTT.
8. TV Bola : Membangun platform TV Bola untuk menyiarkan dan mempromosikan sepak bola NTT.
9. Var di ETMC: Mendorong penerapan teknologi VAR dalam kompetisi ETMC.
10. 3 Stadion berstandar Nasional: Mendorong pembangunan 3 stadion berstandar nasional di NTT.

“Ini program konkret. Dari 22 Kabupaten/Kota Menuju Sepak Bola NTT Yang Lebih Maju. PSSI NTT butuh pemimpin yang mau turun ke bawah, bukan hanya duduk di tribun VIP,” pungkas Taufik(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *