Berita  

Kolaborasi SMKN 1 Kupang dan BP3MI Siapkan Kelas Migran, Siswa Dilatih Bahasa Inggris untuk Kerja ke Timur Tengah

KUPANG,Arahntt.com – SMKN 1 Kupang menyiapkan program Kelas Migran bagi siswa yang diproyeksikan bekerja ke luar negeri. Program ini fokus membekali calon pekerja migran dengan kemampuan bahasa Inggris sebelum memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN 1 Kupang, Frengki Lesiangi, mengatakan program tersebut merupakan kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Menurut Frengki, pihak sekolah sebelumnya mengajukan proposal kepada BP3MI untuk mendapatkan program pelatihan peningkatan kemampuan bahasa asing bagi calon pekerja migran.

“BP3MI kemarin memberikan program namanya Kelas Migran. Kami mengajukan proposal untuk pelaksanaan pelatihan peningkatan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris bagi calon pekerja migran,” ujar Frengki, Jumat 25 September 2026.

READ:  Lepas Pawai Paskah GAMKI Alor 2026,  Wagub Johni Asadoma Ajak Masyarakat Bangkit dan Hidup Baru

Program itu, kata dia, diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang nantinya memiliki peluang bekerja di kawasan Timur Tengah.

Bidang pekerjaan yang disiapkan berkaitan dengan sektor retail. SMKN 1 Kupang memiliki kompetensi keahlian retail sehingga pelatihan diarahkan pada kebutuhan pekerjaan seperti kasir dan pramuniaga.

“Jadi kami siapkan ke Timur Tengah untuk bidang retail. Kebetulan kami ada bidang retail, pekerjaannya seperti kasir dan pramuniaga,” jelasnya.

Dalam program Kelas Migran, sekolah tidak mengambil alih seluruh proses penempatan tenaga kerja. SMKN 1 Kupang fokus pada peningkatan kemampuan bahasa asing peserta.

READ:  Johni Asadoma di sambut Meri di Desa moru,Yel Yel Melki-Johni menang

Frengki menjelaskan seluruh pembiayaan pelatihan tersebut bersumber dari APBN. “Kita fokus ajar mereka untuk peningkatan bahasa asing. Pembiayaannya semua dari APBN,” ungkapnya.

Sementara proses perekrutan, pemberangkatan hingga urusan lain yang berkaitan dengan penempatan pekerja migran menjadi kewenangan BP3MI. “Untuk urusan pemberangkatan, perekrutan dan lain-lain itu dari BP3MI,” jelas Frengki.

Pelaksanaan program saat ini masih menunggu survei terakhir dari BP3MI. Jika hasil survei SMKN 1 Kupang dan program itu layak, pelatihan ditargetkan mulai tanggal 1 Oktober 2026. Pelatihan direncanakan berlangsung hingga 7 November 2026 atau sekitar 32 hari.

“Masih menunggu survei terakhir dari BP3MI. Kalau layak, pelaksanaannya dimulai tanggal 1 Oktober sampai mungkin 7 November. Pelatihannya satu bulan satu minggu, 32 hari,” ujar Frengki.

READ:  Imbas perbuatan Mantan Kepsek   Syafira  Abineno  Siswa SMK  Negeri 5 kupang Tuntut Hak dan Kewajiban

Setelah mengikuti pelatihan, siswa tetap harus menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Kupang. Pelatihan bahasa Inggris itu menjadi bagian dari persiapan sebelum mereka memasuki tahapan berikutnya sebagai calon pekerja migran.

Frengki menegaskan, keberangkatan ke luar negeri bukan menjadi bagian dari tugas sekolah. SMKN 1 Kupang hanya mendapat mandat untuk memberikan pelatihan bahasa asing, sedangkan proses penempatan ditangani BP3MI.

“Keberangkatannya itu setelah mereka tamat. Kami hanya diberi tugas untuk pelatihan bahasa asing,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *