Berita  

Kolaborasi SMK Negeri 1 Kupang dan Orang Tua Dampingi Anak Saat Jam Belajar di Rumah

KUPANG, Arahntt.com – SMK Negeri 1 Kupang akan memperkuat kolaborasi dengan orang tua siswa untuk mendampingi anak belajar di rumah. Langkah itu untuk meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus mendukung penerapan aturan jam belajar yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plt Kepala SMK Negeri 1 Kupang, Frengki A. Lesiangi, SST., M.Par., mengatakan pihak sekolah akan melakukan kunjungan ke rumah orang tua siswa pada bulan September 2026.

Kunjungan tersebut akan dilakukan oleh para guru untuk memastikan penerapan jam belajar di rumah berjalan dengan baik.

“Harinya tidak ditentukan tetapi jamnya pasti, dan kami minta orang tua siap untuk mendampingi anak di rumah,” ujar Frengki usai pertemuan bersama orang tua siswa kelas XII, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut dia, pendidikan dan pembentukan karakter siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua di rumah juga sangat menentukan keberhasilan anak. Frengki menggambarkan hubungan antara guru, siswa dan orang tua seperti tanah, benih dan air.

“Guru adalah tanah, anak adalah benih, dan orang tua adalah air. Kalau tanah subur, benih pasti baik dan berkualitas. Tetapi kalau air tidak ada juga tidak bisa. Demikian sebaliknya,” jelasnya.

Karena itu, dia merasa penting dilakukan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mempersiapkan masa depan siswa. “Saya mau bilang bahwa orang tua harus memberikan dukungan yang baik terhadap anak,” ungkapnya.

READ:  Panggung Inche Sayuna untuk Melki Laka Lena

Frengki menyebut persoalan kedisiplinan menjadi salah satu perhatian sekolah setelah 671 siswa dilepas untuk mengikuti kegiatan di dunia industri.

Menurut dia, tingkat kedisiplinan siswa selama berada di tempat magang berbeda-beda. Ada siswa yang mampu menjaga kedisiplinan, tetapi ada pula yang masih menghadapi masalah.

Jika mendapatkan laporan dari dunia industri, pihak sekolah langsung membangun komunikasi dengan siswa dan orang tua. Sekolah bahkan memanggil siswa bersama orang tuanya untuk mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi.

“Ada orang tua yang mengaku bahwa tidak bisa urus lagi anak mereka. Tetapi guru masih usaha. Dan itulah nilai positif dari guru bagaimana menyiapkan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Frengki berharap komunikasi antara sekolah, siswa dan orang tua semakin kuat sehingga persoalan yang muncul dapat diselesaikan bersama.

Frengki juga mengatakan kondisi siswa kelas XII yang sedang mengikuti kegiatan KKL di luar NTT dan Flores setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores.

Sebanyak 32 siswa sedang melaksanakan PKL di luar NTT. Selain itu, terdapat delapan siswa yang berada di Flores, dengan enam siswa berada di Labuan Bajo dan empat lainnya di Maumere.

Setelah gempa Flores terjadi, kata dia, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pimpinan budi labuan bajo dan maumere tempat siswa melaksanakan KKL.

Menurut Frengki, respons dari sekolah tempat para siswa KKL sangat baik. Kendati sempat mengalami kendala dalam proses pemulangan, akhirnya terdapat jalan keluar sehingga para siswa tersebut dijadwalkan kembali ke Kupang.

READ:  Sentuhan Kasih Melki -Jhoni Jelang Pesta Rakyat

“Begitu terjadi gempa Flores, saya langsung berkoordinasi dengan pimpinan Dudi di maumere dan labuan bajo di mana tempat anak-anak KKL. Kepala sekolah responnya begitu bagus,” jelasnya.

“Sedikit kesulitan untuk memulangkan anak-anak ke Kupang, tetapi puji Tuhan sudah ada jalan sehingga mereka besok bisa kembali ke Kupang,” sambungnya.

dan untuk siswa yang PKL di bali,surabaya dan malang kami koordinasi sekolah setempt yang akan digunakan anak anak”Ungkap Fregnki

Selain persoalan kedisiplinan, SMK Negeri 1 Kupang juga menyiapkan program pendalaman materi dan try out bagi siswa kelas XII.

Program tersebut diarahkan untuk membantu siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun mengikuti seleksi TNI-Polri.

Frengki menga takan sekolah ingin memastikan siswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kesiapan untuk bersaing setelah lulus.

“Dengan try out ini setelah anak-anak menamatkan pendidikan, mereka sudah siap bersaing, baik di perguruan tinggi maupun di dunia kerja,” ujarnya.

Dia menambahkan, prestasi siswa setelah lulus juga menjadi bagian dari nama baik sekolah. “Ketika mereka berprestasi tentu saja mereka sudah membawa nama sekolah,” pungkasnya.

Ketua Komite SMK Negeri 1 Kupang, Yogarens Leka, mengatakan pertemuan dengan orang tua siswa juga dilakukan untuk memperdalam persiapan menghadapi TKA yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2026. Sekolah merencanakan kegiatan pendalaman materi setiap hari Sabtu.

READ:  Melki Laka Lena unggul siginifikan Jika Diduetkan Dengan  Jean atau Beri Bina

“Mulai hari Sabtu ini anak-anak kita minta kumpul di sekolah untuk pendalaman materi setiap hari Sabtu,” kata Yogarens.

Selain pendalaman materi di sekolah, siswa juga akan mendapatkan pembiasaan melalui guru mata pelajaran setiap hari.

Sekolah juga akan menunggu jadwal try out dari Dinas Pendidikan untuk melengkapi persiapan siswa menghadapi TKA.

Yogarens mengatakan program jam belajar di rumah juga akan diperkuat melalui kunjungan guru ke rumah masing-masing siswa. “Wali kelas yang kawal sesuai dengan Pergub Nomor 24,” ujarnya.

Yogarens mengakui selama dua bulan terakhir tingkat kedisiplinan siswa dan partisipasi orang tua masih menjadi tantangan.

Menurut dia, masih terdapat orang tua yang tidak hadir ketika dipanggil sekolah karena anaknya menghadapi persoalan.

“Selama dua bulan berjalan ini juga tingkat kedisiplinan anak-anak dan partisipasi dari orang tua juga cukup kurang,” ungkapnya..

“Terbukti kalau anak terkena masalah di sekolah, kami undang orang tua datang tetapi mereka jarang hadir,” sambungnya.

Karena itu, pertemuan dengan orang tua kembali dilakukan untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antara sekolah, siswa dan keluarga.

“Kita kumpul lagi untuk satukan pendapat dan sinergi bersama supaya dua kegiatan besar ini bisa berhasil,” pungkas Yogarens.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *