Kupang Arahntt.com– Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur resmi menanamkan dana Rp100 miliar ke Bank NTT sebagai bagian dari upaya memperkuat modal inti minimum Rp3 triliun.
Dengan masuknya Bank Jatim sebagai pemegang saham, langkah ini sekaligus memperkokoh struktur permodalan dan mendukung keberlanjutan bisnis Bank NTT.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, selaku pemegang saham pengendali Bank NTT, menegaskan bahwa tambahan modal dari Bank Jatim telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Dengan tambahan ini, modal inti minimum Bank NTT sebesar Rp3 triliun sudah disetujui oleh OJK,” kata Melkiades Laka Lena dalam Jumpa Pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) Bank NTT, Rabu (4/9/2025).
Selain itu, OJK telah menyetujui dua nama komisaris baru Bank NTT. “Tidak ada kendala dari sisi OJK. Untuk penambahan struktur direksi pun sedang dalam proses, dan akan diputuskan setelah seluruh tahapan di OJK selesai,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, penambahan direksi dan komisaris bertujuan memperkuat tata kelola Bank NTT agar semakin sehat dan berkelanjutan. Evaluasi terhadap efektivitas pengurus baru akan dilakukan dalam kurun waktu 6 hingga 9 bulan.
“Kami juga sepakat menunggu seluruh hasil proses di OJK, baik untuk posisi direktur utama, direksi lainnya, maupun komisaris yang tersisa. Setelah itu baru diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS),” kata Melki.
Ia menambahkan, proses ini memang membutuhkan waktu panjang karena mengikuti mekanisme yang ketat dari OJK.
“Sudah sekitar empat bulan kami menunggu, dan kami memahami tahapan di OJK memang tidak singkat. Namun kami optimis, begitu semua rampung, Bank NTT akan semakin kuat dan mampu mendukung pembangunan daerah,” kata Melkiades(tim)
Kolaborasi Bank NTT dan Bank Jatim Perkuat Modal Inti di Setujui Ojk






