KUPANG,Arahntt.com Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah berupaya mengoptimalkan pengelolaan aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini diambil sebagai strategi khusus untuk meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset properti yang selama ini dinilai belum maksimal.
Salah satu fokus utama Disperindag saat ini adalah melakukan pembenahan dan renovasi besar-besaran pada sejumlah unit rumah dinas yang berada di bawah naungan dinas tersebut.
Kepala Dinas Perindag NTT, Zet Sony Libing menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengelola total enam unit rumah dinas. Namun, kondisi fisik bangunan-bangunan tersebut cukup memprihatinkan dan bervariasi.
”Saat ini satu unit rusak berat sehingga tidak bisa digunakan. Sisanya kami sewakan, namun nilainya masih sangat kecil karena menyesuaikan kondisi bangunan. Hasil sewa tersebut langsung disetorkan ke kas daerah sebagai PAD,” ujar Sony Libing kepada wartawan disela-sela kunjungan di sejumlah rumah dinas yang ada di Kota Kupang bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Rabu (1/4/2026).
Sony mengakui bahwa rendahnya nilai sewa saat ini disebabkan oleh kondisi fasilitas yang kurang memadai. Untuk itu, Disperindag telah menyusun rencana renovasi total yang diproyeksikan berjalan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
”Kalau kita renovasi dan perbaiki menjadi bagus, maka pasti nilai sewa juga akan berubah. Dengan kondisi yang lebih layak dan modern, harga sewa akan mengikuti nilai pasar,” tegas Sony.
Tujuan Strategis Optimalisasi Aset
Ia mengatakan, rencana renovasi ini tidak sekadar perbaikan fisik, namun memiliki tiga target utama:
Pertama, Revitalisasi Fungsi: Memastikan seluruh aset negara kembali berfungsi optimal sehingga tidak ada lagi bangunan yang terbengkalai atau rusak berat.
Kedua, Peningkatan Nilai Komersial: Bangunan yang berkualitas akan meningkatkan daya tawar dan nilai ekonomi aset di mata penyewa.
Ketiga, Pertumbuhan PAD: Penyesuaian harga sewa yang kompetitif diharapkan mampu memberikan suntikan dana yang lebih signifikan bagi pendapatan Provinsi NTT.
Sony berharap pengelolaan aset daerah tidak lagi menjadi beban biaya pemeliharaan, melainkan menjadi sumber pendapatan yang produktif bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kini tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap aset rumah dinas milik Pemprov NTT yang tersebar di Kota Kupang.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari perencanaan strategis penataan aset daerah di masa mendatang.
Ia mengatakan, bahwa pendataan ini penting untuk memetakan kondisi riil aset pemerintah. Menurutnya, rencana perbaikan atau pembangunan baru akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah.
”Kita data-data dulu rumah dinas Pemprov yang ada di Kota Kupang supaya bisa kita rencanakan ke depan. Kalau situasi ekonomi sudah berkembang baik, pertumbuhan ekonomi bagus, dan PAD tinggi, kita bisa rehab atau bangun baru yang bagus untuk pejabat-pejabat Pemprov,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak pejabat eselon II yang belum memiliki fasilitas rumah dinas. Oleh karena itu, pendataan ini ditargetkan rampung agar dalam satu hingga dua tahun ke depan, rencana rehabilitasi total dapat dieksekusi.
”Aset-aset ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Itulah mengapa sekarang kita lakukan pendataan menyeluruh,” pungkasnya(Tim)






