Berita  

ASN Lingkup Pemprov  NTT Sumbang Donasi  Rp 1,3 Miliar Untuk Korban Gempa Flores

Kupang,Arahntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkap total donasi untuk korban gempa Flores telah mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Hampir separuh dari dana tersebut, kata dia, berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi NTT.

Hal itu disampaikan Melki saat memimpin Apel Bersama ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman depan Kantor Gubernur NTT, Kupang, Senin, 31 Agustus 2026. Apel tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Melki tampil bersama Sekretaris Daerah (Sekda) NTT definitif, Fransiskus Sales Sodo.

Melki mengatakan donasi tersebut dikumpulkan dalam rangka menunjukkan solidaritas terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa, di tengah berbagai aktivitas pemerintahan dan pembangunan yang tetap berjalan.

Menurut dia, total donasi sekitar Rp1,3 miliar itu berasal dari berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan pameran pembangunan. Dari jumlah tersebut, kontribusi ASN Pemprov NTT menjadi salah satu yang terbesar.

“Kalau saya hitung-hitung, hampir setengah dari Rp1,3 miliar itu sumbangannya dari ASN Pemprov NTT,” kata Melki dalam arahannya.

Ia menyebut kepala dinas, kepala badan, kepala biro, hingga dirinya dan Wakil Gubernur NTT ikut memberikan sumbangan. Para pejabat tersebut, kata Melki, masing-masing menyumbang sekitar Rp5 juta.

Melki meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov NTT tetap menjalankan aktivitas pemerintahan seperti biasa. Namun, setiap kegiatan diminta tetap ditempatkan dalam semangat solidaritas terhadap korban gempa Flores.

Ia menilai kehidupan masyarakat tidak mungkin berhenti sepenuhnya akibat bencana. Karena itu, kegiatan ekonomi, olahraga, pemerintahan, hingga aktivitas pembangunan harus tetap berjalan sembari menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak.

READ:  Wagub NTT Johni Asadoma serahkan bantuan Rp 1,5 miliar untuk pembangunan sekolah  SMK 2 Amfoang Selatan

“Semua kegiatan OPD yang ada, apa saja tanpa kecuali, silakan dilaksanakan. Galang bantuan donasi di situ agar nanti ada yang bisa kita bawa terus-menerus untuk keluarga kita di Flores,” ujarnya.

Melki mengatakan pemulihan Flores tidak akan selesai hanya dalam masa tanggap darurat. Menurut dia, persoalan terbesar justru akan muncul setelah fase tanggap darurat berakhir karena masyarakat harus membangun kembali rumah, kantor, fasilitas kesehatan, sekolah dan tempat ibadah.

Ia memperkirakan pemulihan membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Melki berkaca pada pengalaman Nusa Tenggara Barat yang hingga kini masih melakukan pemulihan dari gempa besar pada 2018. Menurut dia, Gubernur NTB menyampaikan bahwa daerah tersebut membutuhkan sekitar lima tahun untuk kembali stabil setelah bencana.

Namun, Melki optimistis NTT dapat mempercepat proses tersebut melalui kekuatan gotong royong.

“Saya percaya dengan semangat gotong royong seluruh Pemprov NTT, kabupaten-kabupaten Flores yang terdampak, seluruh kabupaten dan kota NTT, masyarakat, serta dukungan seluruh pihak, kita bisa membuat pemulihan Flores lebih cepat,” katanya.

Melki juga meminta seluruh kepala daerah di NTT tidak hanya mengirim bantuan melalui perantara. Ia menginginkan para kepala daerah datang langsung ke wilayah terdampak agar dapat melihat dan merasakan kondisi masyarakat.

“Kalau punya kesempatan saya berharap kita juga bisa ke Flores, melihat langsung, pergi bertemu dengan masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Menurut Melki, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat korban bencana memiliki arti penting. Ia mengutip pesan masyarakat Manggarai Timur yang ditemuinya setelah gempa.

READ:  Sentuhan Kasih Melki -Jhoni Jelang Pesta Rakyat

Masyarakat, kata dia, terbiasa menghadapi kesulitan, kemiskinan dan penderitaan. Namun, yang paling mereka butuhkan dalam situasi bencana adalah kehadiran pemimpin dan orang-orang yang datang untuk melihat kondisi mereka secara langsung.

“Yang kami butuhkan kehadiran pemimpin, kehadiran orang yang ingin melihat kita,” kata Melki mengutip pernyataan warga.

Ia juga mengapresiasi solidaritas dari berbagai daerah, termasuk NTB dan Bali. Menurut Melki, NTB menjadi provinsi pertama yang mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak Flores, disusul Bali.

Ia menyebut solidaritas tersebut sebagai bentuk nyata semangat kerja sama kawasan Bali, NTB dan NTT yang dahulu dikenal sebagai kawasan Sunda Kecil.

Dalam apel yang sama, Melki memperkenalkan Sekda NTT yang baru, Fransiskus Sales Sodo. Ia menyebut penetapan Fransiskus sebagai Sekda NTT menjadi salah satu “kado” dari Presiden Prabowo Subianto ketika kepala negara berkunjung ke Nagekeo.

Fransiskus sebelumnya menjabat sebagai pejabat di Kabupaten Manggarai Barat dan kemudian dipercaya menduduki jabatan tertinggi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Melki menyebut Fransiskus merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia bahkan menyebut Fransiskus sebagai salah satu lulusan IPDN yang berhasil mencapai posisi Sekda provinsi.

“Ini prestasi juga karena akhirnya ada anak muda yang kemudian dari lulusan IPDN bisa menjadi Sekda,” katanya.

Menurut Melki, pengalaman Fransiskus di Manggarai Barat menjadi salah satu modal penting untuk membantu mempercepat pembangunan NTT. Ia menilai Manggarai Barat memiliki perkembangan ekonomi dan kapasitas fiskal yang semakin kuat.

READ:  Wartawan Tantang Balik Wabup Rote Ndao Terpilih,  Untuk Dipidanakan

Melki berharap Fransiskus bersama seluruh kepala dinas, kepala badan dan kepala biro dapat mempercepat berbagai program pembangunan yang telah disiapkan pemerintahannya.

“Saya berharap membantu kita semua untuk bisa mempercepat, mengakselerasi pembangunan di NTT,” ujarnya.

Selain berbicara mengenai gempa dan Sekda baru, Melki menyampaikan rencana pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN Pemprov NTT pada akhir tahun.

Ia mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu melakukan penghitungan secara matang sebelum merealisasikan TPP tersebut.

“Saya berencana nanti setelah kita menghitung dengan baik, di akhir-akhir tahun nanti ini TPP buat semua ASN yang akan kita berikan di akhir tahun,” kata Melki.

TPP tersebut, menurut dia, merupakan bentuk penghargaan kepada ASN yang telah bekerja dengan baik. Namun, Melki juga mengingatkan ASN yang dinilai belum bekerja optimal agar segera memperbaiki kinerja.

“Persiapan untuk semua yang sudah bekerja baik. Yang belum bekerja baik, saya berharap juga segera menyesuaikan diri,” ujarnya.

Melki menutup arahannya dengan meminta seluruh jajaran Pemprov NTT tetap bekerja maksimal memasuki September hingga Desember 2026. Ia menekankan bahwa sisa tahun anggaran harus digunakan untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program yang telah direncanakan.

Bagi Melki, pemulihan Flores akibat gempa dan percepatan pembangunan NTT merupakan dua agenda yang harus berjalan bersamaan: aktivitas pemerintahan tidak boleh berhenti, tetapi solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana juga tidak boleh berakhir ketika masa tanggap darurat selesai(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *