Kupang,Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, memimpin Rapat Penanganan Bencana Gempa Bumi yang terjadi di Pulau Flores, bertempat di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur NTT, pada Minggu (16/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari langkah cepat dan terkoordinasi dalam merespons dampak bencana serta memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama.
Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur menekankan pentingnya koordinasi, kolaborasi, dan sinergi lintas perangkat daerah dalam menangani berbagai persoalan yang muncul akibat bencana. Setiap perangkat daerah diharapkan dapat mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sejumlah hal penting menjadi perhatian, di antaranya pendataan korban dan masyarakat terdampak, identifikasi serta pendataan kerusakan rumah, sarana dan prasarana umum, fasilitas pelayanan publik, infrastruktur, serta kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak.
Selain itu, rapat juga membahas kesiapan dan mekanisme penyaluran bantuan, baik berupa kebutuhan dasar, logistik, pelayanan kesehatan, maupun bentuk dukungan lainnya, agar dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan secara tepat sasaran.
Wakil Gubernur juga mendorong agar seluruh data dan informasi dari lapangan dapat dihimpun secara akurat dan diperbarui secara berkala sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan kebijakan selanjutnya.
“Dalam situasi bencana, kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan koordinasi yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta kecepatan dalam mengambil tindakan. Yang paling utama adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan, bantuan, dan pelayanan yang dibutuhkan,” tegas Wakil Gubernur.
Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, TNI/Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan bencana di Pulau Flores dapat berjalan secara optimal.
Bersama, kita hadir untuk masyarakat. Bersama, kita tanggap dan kuat menghadapi bencana(tim)






