Berita  

Resmi Tutup MTQ Tingkat Provinsi,Wakil Gubernur NTT “Minta Perbedaan dan Toleransi Jadi Kekuatan Bangun Daerah

Mbay, Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Penutupan ditandai dengan pembacaan Keputusan Dewan Hakim sekaligus pengumuman para juara pada ajang yang mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an, Ayo Bangun NTT Menuju Masyarakat Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”

Acara penutupan dihadiri oleh Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus; Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada; Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo; Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Kamillus Elu; Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu; Anggota DPRD Provinsi NTT sekaligus Ketua Umum LPTQ Provinsi NTT, Muhammad Ansor; Anggota DPRD Provinsi NTT Merci Piwung, S.H., Rusding, dan Paulus Lobo; Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT, Vera Christina Asadoma-Sirait; Kepala Kejaksaan Negeri Ngada, Nurul Hidayat; Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Shafar; Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTT, Hasan Manuk; serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim, Kabupaten Alor berhasil meraih Juara Umum I. Kabupaten Ende ditetapkan sebagai Juara Umum II, sedangkan Kota Kupang meraih Juara Umum III. Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras para peserta, pelatih, pembina, serta dukungan seluruh pemerintah kabupaten/kota.

READ:  Laka Lena  Lobi Menkominfo untuk Siapkan Internet bagi Desa di NTT yang Masih Terisolir

Dalam sambutannya, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kaum Islam, kaum Katolik, dan kaum Kristen di Nusa Tenggara Timur mampu hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga toleransi sebagai kekuatan dalam membangun daerah.”

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Provinsi NTT, Muhammad Ansor, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi pada MTQ Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berpartisipasi dan berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ.

Muhammad Ansor berharap semangat mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk kembali bertemu pada pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi NTT Tahun 2028, yang direncanakan akan diselenggarakan di Kota Kupang atau Labuan Bajo.

READ:  Kasih dan Solidaritas  dari Nusa Tenggara Timur, Rp 1,5 Miliyar  For Sumatera

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, khususnya para juara yang telah meraih prestasi terbaik pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT.

“Kepada seluruh peserta MTQ, saya mengucapkan selamat kepada para juara yang telah meraih prestasi terbaik. Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan sebagai duta-duta Al-Qur’an yang akan membawa nama baik Nusa Tenggara Timur pada tingkat nasional.”

Wakil Gubernur juga memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati karena seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik dari daerah masing-masing.
“Teruslah belajar, teruslah memperbaiki diri, dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk meraih prestasi yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.”

Kepada para juara, Wakil Gubernur berpesan agar tidak cepat berpuas diri, tetapi terus meningkatkan kemampuan, memperdalam ilmu, menjaga akhlak, dan mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh untuk mewakili Nusa Tenggara Timur pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional.
Lebih lanjut, Mantan Kapolda NTT  menegaskan bahwa salah satu warisan terpenting dari penyelenggaraan MTQ adalah semakin kuatnya persaudaraan di antara masyarakat Nusa Tenggara Timur. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta dari berbagai daerah dapat saling mengenal, saling menghargai, dan saling belajar. Menurutnya, inilah wajah NTT yang patut dibanggakan, yakni daerah yang dibangun di atas semangat toleransi, keberagaman, dan persatuan.

READ:  Harumkan NTT Putra Dari Rudi Kabunang Sabet Juara Satu Di Dua Round Kejurnas 2024

Ia menegaskan bahwa perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih maju dan sejahtera. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat moderasi beragama, serta menjadikan nilai-nilai persaudaraan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan MTQ XXXI sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan cahaya Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam bekerja, melayani masyarakat, membangun keluarga, mendidik generasi muda, serta membangun Nusa Tenggara Timur yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.”

Dengan resmi ditutupnya MTQ Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, diharapkan semangat persaudaraan, kerukunan antarumat beragama, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh dan menjadi fondasi dalam mewujudkan Nusa Tenggara Timur yang maju, harmonis, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *