KALABAHI, Sektor pariwisata di Kabupaten Alor mulai memasuki era baru. Tamala Homestay, salah satu penginapan lokal di Kalabahi, secara resmi melakukan transformasi digital dengan mengadopsi sistem Mobile Point of Sale (MPOS) dari Bank NTT pada Jumat (27/2/2026).
Langkah berani ini menjadikan Tamala Homestay sebagai pionir di kalangan pelaku usaha kecil di Alor yang berupaya menyelaraskan layanan tradisional dengan teknologi finansial mutakhir.
Transparansi dan Modernisasi Layanan
Pemilik Tamala Homestay, Yola menyatakan bahwa keputusannya merangkul MPOS adalah bentuk komitmen untuk mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, dunia digital bukan lagi hal yang harus ditakuti, melainkan sarana untuk maju.
”Kami ingin menjadi bagian dari kemajuan Alor. Transparansi bukan sekadar angka, melainkan fondasi kepercayaan antara pengusaha dan pemerintah daerah,” ungkap Yola.
Dengan menjadi pionir penggunaan MPOS dari Bank NTT, ia membuktikan bahwa bisnis lokal pun bisa berdiri sejajar dengan teknologi mutakhir.
Ia memahami bahwa transparansi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi kepercayaan antara pengusaha dan pemerintah daerah.
Dukungan Perbankan dan Pemerintah
Kepala Cabang Bank NTT Kalabahi, Glanthyano S. R. Ndoen (Pak Glen), menjelaskan bahwa MPOS berfungsi sebagai jembatan akurasi untuk menghapus keraguan dalam pencatatan manual.
MPOS mendukung transparansi, mencatat setiap pajak secara real-time, dan mempercepat transaksi bagi wisatawan yang kini semakin terbiasa dengan pembayaran nontunai.
Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Alor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kepala Bapenda Alor, Ripka Jayati, berharap Tamala Homestay dapat menjadi motivator bagi pengusaha lain di wilayah tersebut.
Mendorong PAD Alor
Implementasi teknologi ini diharapkan memberikan dampak domino bagi ekonomi lokal. Dengan pencatatan transaksi yang transparan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hotel dan restoran dapat dioptimalkan untuk pembangunan infrastruktur Alor.
Kini, setiap transaksi di Tamala Homestay bukan sekadar pembayaran jasa menginap, melainkan simbol lahirnya ekosistem ekonomi digital di Bumi Kenari.
Ibu Yola telah memulai langkah pertama, mengundang para pelaku usaha lain untuk segera menyusul demi Alor yang lebih modern.***






