Alor,Arahntt.com-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan peninjauan penerimaam MBG di SD Gemit pulelang mali dan SPPG Mali pada selasa 10-02-2026
Saat tinjau di SD Pulelang Mantan Kapolda NTT itu meminta siswa rajin belajar,berdoa hormati guru serta kejar cita-cinta,”Dengan Adanya MBG siswa bisa fokus belajar menimbu ilmu dengan Baik’Ungkapnya
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Alor Kecamatan Kabola yang terletak kelurhan kabola RT.008/RW.004, jalan laalem keluran kabola, Kecamatan Kabola Kabupaten Alor, pada selasa (10/02/2026). SPPG tersebut bermitra dengan Yayasan Abdi mulia sejahtera
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Vera Christina Sirait Asadoma, kepala Dinas Pu Beny Nahak ,Asisten III prov NTT Semuel Halundaka ,Kadis Perindak,Zet libing,,kepala badan Aset,Alex Lumba,,kepala Dinas Koperasi rely Rupidara ,Ketua DPRD Kabupatel Alor Buce Brikmar,,Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, Ketua TP PKK Kabupaten Alor, Lidia Siawan Sunaryo, PJ Sekda Alor Obet Bolang dan unsur Forkopimda Kabupaten Alor serta jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Alor.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan MBG harus mengikuti SOP dan ketentuan pemerintah, terutama terkait kebersihan dan keamanan pangan.
“Yang utama tetap jaga kebersihan diri, pastikan seluruh peralatan masak termasuk ompreng selalu higienis, serta menghindari aktivitas seperti mengunyah siri pinang maupun merokok di area dapur,” jelas Wagub Johni.
Wakil Gubernur juga meninjau area dapur serta gudang basah yang menjadi tempat penyimpanan bahan pangan segar. Beliau kembali mengingatkan para pekerja untuk menjaga suhu ruangan agar kualitas bahan makanan tetap terjaga.
Untuk diketahui Program MBG di SPPG Mali melibatkan 50 tenaga kerja yang bekerja dalam sistem shift delapan jam setiap hari. Pada hari peninjauan, tercatat 2,729 anak di beberapa sekolah di Kabupaten Alor telah menerima manfaat dari program ini.
Rombongan juga meninjau proses pembersihan makanan yang setiap hari menggunakan 2729 hompreng, serta 500 hompreng cadangan yang disimpan di gudang untuk memastikan kelancaran operasional.
Menu yang disajikan setiap hari bervariasi, dimana hari ini menunya terdiri dari nasi, sayur wortel, dan telur bumbu, dengan buah berupa pisang, jeruk, dan semangka. Seluruh bahan pangan diperoleh dari Petani lokal, sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat setempat.
Proses memasak dimulai sejak pukul 02.00 WITA, dengan kebutuhan untuk melayani 2,729 siswa penerima manfaat MBG.
Penyediaan makanan yang sehat, aman, dan bergizi merupakan bagian penting dari komitmen pemerintah dalam membangun masa depan generasi muda Nusa Tenggara Timur yang cerdas dan berdaya saing(tim)






