Berita  

Insiden Guru dan Siswa di SMAN 1 Atambua  ini Pernyataan  Dominikus Seran

KUPANG, Arahntt.com – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Atambua, Dominikus Seran Bria, buka suara terkait insiden antara guru dan siswa yang terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026. Peristiwa itu terjadi saat pelajaran Biologi di kelas X pada jam ke-6 hingga ke-8.

Menurut kronologi yang disampaikan guru Biologi, Fintje Meliana Aplugi, menyebut insiden itu bermula saat pelaksanaan ulangan harian ke-2 dengan materi “Sistem Ekskresi Manusia”.

Pada awal ujian, kata dia, guru menyampaikan kepada siswa bahwa terdapat kekurangan huruf dalam pengetikan soal karena laptop yang digunakan sudah lama dan mengalami kendala. Ia juga sempat berkelakar kepada siswa terkait kondisi perangkatnya saat membagikan soal.

READ:  Bank NTT  Serahkan CSR Untuk Pesantren Al-Umma Islamiyah Mbay

Ulangan berlangsung selama 90 menit. Pada 10 menit terakhir sebelum bel berbunyi, guru mulai mengecek hasil pekerjaan siswa.

Pada soal terakhir, siswa diminta menggambar nefron ginjal manusia. Sebelumnya, dua minggu sebelum ujian, setiap siswa telah diberikan satu lembar fotokopi gambar nefron dan satu lembar kertas HVS untuk dipelajari dan digambar ulang sebagai persiapan.

“Saat pemeriksaan, guru mendapati sejumlah siswa tidak mengerjakan gambar tersebut,” ujar Dominikus, Sabtu 28 Februari 2026.

READ:  Menjawab Kebutuhan Birokrasi Sekwan NTT Luncurkan program Badekat

Ketika berada di meja salah satu siswa berinisial V, guru melihat botol air mineral 600 ml yang tersisa setengah. Botol itu kemudian diambil dan digunakan untuk menyentuh dahi beberapa siswa yang tidak menggambar nefron.

Dia menyebut, situasi kelas saat itu dalam keadaan aman dan tidak terjadi kegaduhan. Setelah waktu ujian berakhir pukul 11.45 Wita dan guru keluar kelas, terdengar bunyi botol air mineral dilempar ke tembok.

“Guru kemudian kembali ke kelas dan menanyakan siapa yang melempar botol tersebut,” jelasnya.

READ:  Kadis Pendididkan Ambros Kodo, Pastikan  Pelayanan Makan Atlet SKO  Sehat dan bergizi

Berdasarkan keterangan teman-teman V, botol itu dilempar oleh siswa berinisial V. Guru lalu meminta siswa tersebut duduk kembali di kursinya dan memberikan teguran secara lisan terkait sikap dan tanggung jawab belajar.

“Setelah itu, guru meninggalkan kelas dengan peringatan agar tidak membuat keributan lagi,” ungkapnya.

Dominikus menyebut pihaknya telah menerima laporan kronologi kejadian dan akan melakukan evaluasi internal di sekolah.

“Sekolah akan memanggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *